Inbound marketing

Tingkatkan Penjualan Bisnis Anda dengan Inbound Marketing

Inbound Marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang cocok digunakan di era digital. Bagaimana strategi tersebut bisa diterapkan dalam bisnis Anda?


Beberapa bulan yang lalu, saya pernah mengikuti seminar tentang promosi dengan media digital yang mendatangkan salah satu petinggi dari Hipwee

Ada pertanyaan menarik yang saya ingat dari salah satu audiens, “Bagaimana cara promosi event agar orang-orang tertarik ikut?”

Jawabannya pun tidak kalah menarik, “Buatlah audiens penasaran hingga mengejar-ngejar.”

Seketika saya langsung teringat tentang artikel yang pernah saya baca tentang Inbound marketing.

Inbound Marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan media digital sebagai taktiknya.

Lalu, apa bedanya dengan Outbound Marketing?

Outbound Marketing merupakan strategi pemasaran yang menggunakan sms, telepon ataupun media offline lainnya seperti brosur ataupun spanduk.

Lalu, apakah Outbound Marketing sudah pasti tidak efektif? Belum tentu.

Semua tergantung dengan target audiens Anda.

Jika target audiens Anda adalah orang tua yang tidak dekat dengan gadget, mungkin Outbound Marketing merupakan strategi terbaik untuk digunakan.

Namun, jika target audiens Anda adalah anak-anak muda, ataupun kaum millenials, Inbound Marketing merupakan cara terbaik untuk memasarkan bisnis atau produk Anda.

Coba bayangkan, apakah Anda senang jika mendapatkan sms ataupun email dari antah berantah? Apakah Anda memperhatikan hingga tertarik jika mendapatkan hal seperti itu? Kemungkinan besar tidak.

Berbeda jika Anda dibuat penasaran oleh suatu produk hingga Anda tertarik kemudian royal dengan produk tersebut.

Itulah kenapa Anda harus memahami Inbound Marketing.

Hubspot meringkas Inbound Marketing menjadi empat tahap: Attract, convert, close, dan delight.

inbound marketing hubspot

Tahap Inbound Marketing oleh Hubspot.

Sebelum masuk ke empat hal tersebut, ada baiknya Anda memahami lebih dulu tiga hal dasar dalam Inbound Marketing: Waktu, tempat dan konten.

Ketiga hal di atas adalah unsur terpenting dalam Inbound Marketing.

Pertama, Anda harus memahami waktu yang tepat untuk melakukan Inbound Marketing. Tawarkan produk ketika mereka telah siap atau sesuaikan dengan momen hari besar. Misalnya saja, diskon kemerdekaan ketika hari kemerdekaan 17 Agustus.

Kedua, Anda harus mempromosikan konten Anda ke tempat yang tempat. Konten mengenai perawatan motor tidak tepat ketika Anda membagikannya ke orang-orang yang tidak memiliki motor. Penempatan adalah hal penting ketika Anda menggunakan Inbound Marketing.

Terakhir dan yang paling utama adalah konten. Tanpa hal ini, Anda tidak akan bisa menggunakan strategi Inbound Marketing.

Kenapa? Karena Inbound Marketing menggunakan konten untuk membuat konsumen tertarik dan menjadi royal dengan produk Anda.

Berbeda dengan Outbound Marketing yang secara gamblang menjual produk, Inbound Marketing lebih menjual cerita, karena memang orang-orang senang bercerita dan mendengar cerita.

Sebelum memasuki bahasan, saya menyarankan Anda untuk membuang jauh-jauh pandangan untuk menjual produk secara langsung, karena itu bukan strategi Inbound Marketing.

  1. Attract

Pada tahap ini pekerjaan Anda adalah membuat orang asing tertarik dengan produk ataupun bisnis Anda.

Bagaimana caranya?

Blog. Buatlah blog ataupun website untuk menceritakan hal-hal menarik yang berhubungan dengan produk Anda.

Misalnya saja, Hubspot memiliki blog untuk membagikan hal-hal yang bermanfaat tentang digital marketing.

Namun, siapa yang menyangka, jika Hubspot ternyata sebenarnya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang marketing?

Lalu, apakah attract hanya bisa dilakukan melalui blog? Tidak juga.

Beragam cara bisa Anda lakukan, dengan video misalnya.

Pasti Anda tahu konten video yang dirilis oleh Tr*picana Slim yang berjudul Sore.

Video tersebut baru-baru ini sangat viral di Youtube Indonesia.

Apakah tujuan video tersebut? Apakah Tr*picana hanya produksi video tersebut tanpa maksud tertentu? Tidak.

Tr*picana ingin membuat brand recall mereka meningkat. Apa itu brand recall

Namun, jika membuat tulisan adalah hal yang bisa Anda lakukan, lakukanlah hal tersebut.

Mulailah menulis hal-hal yang disenangi oleh audiens Anda, kemudian arahkan audiens Anda ke produk yang Anda tawarkan.

Namun, bagaimana jika Anda belum pede dengan konten tulisan Anda? Baca tulisan saya tentang 3 cara membuat artikel yang berkualitas.

Media sosial. Selain menggunakan blog, Anda bisa menggunakan media sosial untuk membuat audiens Anda tertarik.

Yang terpenting dalam memakai media sosial dalam Inbound Marketing adalah pilih media sosial yang audiens Anda tempati. Misalnya, jika audiens Anda adalah anak-anak muda yang senang fotografi, Instagram adalah channel yang tepat untuk melakukan Inbound Marketing.

Lalu, jika Anda sudah membuat konten baik di blog maupun media sosial, bagaimana agar audiens berhasil menemukan Anda?

Anda bisa menggunakan SEO ataupun variasikan hashtag di media sosial Anda.

  1. Convert

Setelah membuat audiens Anda tertarik, tahap selanjutnya adalah menjadi mereka sebagai calon pembeli.

Lalu, bagaimana mengubah audiens yang tertarik agar membeli? Apakah semua diserahkan ke psikologis calon pembeli? Tidak juga.

Cara pertama adalah menggunakan landing page.

Apa itu landing page

Jika Anda masih belum mengerti, coba pahami contoh di bawah ini.

Misalnya saja, Anda sedang membaca artikel yang menarik. Kemudian setelah Anda membaca dan puas, Anda mendapatkan pesan “Ingin tahu lebih banyak? Kunjungi website kami.”

Apakah Anda tertarik untuk berkunjung? Bisa jadi.

Setelah Anda berkunjung ke website tersebut, itulah landing page.

Landing page dalam inbound marketing

Landing page dalam inbound marketing

Lalu, bagaimana cara agar landing page bisa mengubah audiens yang tertarik menjadi calon pembeli?

Biasanya, di landing page tersebut, Anda akan diminta untuk mendaftarkan e-mail Anda terlebih dulu.

Disitulah e-mail marketing bekerja.

Ketika Anda sudah mendaftarkan e-mail, Anda akan selalu mendapatkan informasi tentang update dari bisnis Anda, misalnya saja diskon yang Anda tawarkan ataupun keluarnya produk baru.

Pengulangan tersebut bisa menimbulkan brand recall.

Namun, sebelum Anda membuat landing page, Anda harus memahami lebih dulu call-to-action.

Call-to-action digunakan agar orang tertarik untuk meng-klik ataupun berkunjung ke landing page Anda.

Misalnya saja penggunaan kata-kata “diskon” ataupun “dapatkan”.

 

landing page inbound marketing

Contoh call-to-action dalam Evernote

  1. Close

Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari convert, setelah Anda mendapatkan e-mail dari audiens yang tertarik.

Anda mulai menggunakan e-mail marketing untuk menjual produk ataupun bisnis Anda.

Anda bisa menggunakan MailChimp untuk melakukan tahap ini.

  1. Delight

Tahap terakhir setelah melakukan e-mail marketing adalah monitoring audiens Anda.

Monitoring dilakukan dengan cara menganalisis apa yang audiens Anda sukai, ataupun tidak sukai.

Monitoring tersebut juga bisa Anda jadikan evaluasi ataupun insight dalam mengeluarkan produk baru.

Namun, bagaimana cara melakukan monitoring yang efektif?

Anda bisa menyebarkan survei. Survei yang Anda buat bisa berhadiah agar orang-orang tertarik untuk mengisi survei yang Anda lakukan.


Melakukan Inbound Marketing yang terpenting adalah janga menjual produk atau bisnis Anda secara langsung ke orang asing.

Tarik mereka dengan hal yang menarik, kemudian baru tawarkan produk ataupun bisnis yang Anda miliki.

Dengan teknik Inbound Marketing yang baru dipelajari, Anda bisa mengubah cara pemasaran Anda agar lebih efektif dan disenangi konsumen.

Selamat mencoba.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *