strategi personal branding

Strategi Personal Branding agar Mudah Diterima Kerja

Banyak teman-teman yang setelah berkuliah langsung melamar pekerjaan di perusahaan ternama. Mengikuti tahapan tes, sembari menunggu pengumuman diterima atau tidak. Namun, adakah cara lain untuk meningkatkan kemungkinan diterimanya lamaran Anda?


Strategi Personal branding sangat penting ketika Anda ingin melamar pekerjaan.

Coba bayangkan banyaknya pendaftar di suatu perusahaan.

Apa yang membuat Anda berbeda dengan yang lainnya?

Personal branding. 

Personal branding yang kuat juga yang akan membuat Anda tampak atraktif di mata perusahaan.

Lalu, bagaimana menunjukan personal branding yang kuat?

Caranya bisa Anda raih secara bertahap, tidak mungkin bisa Anda capai selama 1-2 bulan.

Untuk itu, saya menyarankan Anda mulai melakukannya sedini mungkin.

Setelah itu, lakukanlah secara konsisten.

*Pro Tips*

Anggap personal branding sebagai seni menjual diri, agar Anda bisa terus kreatif ‘menjual’ diri Anda.

Jadikanlah strategi di bawah ini sebagai acuan, jangan jadikan sebagai contoh yang sama persis.

Karena diri Anda sendiri yang paling paham tentang diri sendiri.

  1. Temukan Passion, Pahami Diri Sendiri

Hal ini terdengar sangat simpel, tapi sulit untuk dilakukan.

Bahkan, banyak anak yang sudah lulus tapi masih bertanya passion apa yang dimiliki.

Passion sangat penting karena jika dipadukan dengan strategi personal branding yang tepat, karier Anda bisa melesat dengan cepat.

Namun, bagaimana jika Anda masih belum memahami apa passion yang dimiliki?

Coba pikirkan apa hal yang sangat Anda senang lakukan?

Bisa tentang gadget, travelling, photography, bahkan hingga hal simpel seperti senang memimpin sebuah tim.

Setelah menemukan sebuah passion, saatnya berfikir visioner.

Pikirkan visi yang ingin Anda capai.

Apakah Anda ingin bekerja di perusahaan multinasional? Ataukah Anda ingin berkeliling dunia?

Tentukan visi Anda, agar Anda memiliki tujuan yang ingin dicapai.

*Pro Tips*

Setelah menemukan passion, janganlah berhenti berkarya.

Sesuaikan juga karya Anda dengan visi yang Anda miliki.

Anda senang travelling? Tulis catatan perjalanan Anda. Siapa tau suatu saat Anda bisa mendapatkan sponsor untuk berkeliling dunia.

Anda ingin menjadi seorang desainer? Jangan takut untuk mempublikasikan karya Anda dan jangan berhenti berkarya.

Hasilkanlah sebuah karya yang sesuai dengan passion yang Anda miliki.

Saya selalu menonton video dari Gary Vaynerchuk setiap pagi untuk memotivasi agar terus berkarya.

  1. Perkuat personal branding dalam online

Mayoritas semua orang memiliki media sosial.

Hal itu sangat berbanding lurus dengan perusahaan yang melakukan riset terlebih dahulu melalui media sosial untuk melihat orang yang melamar.

Karena itu, apakah Anda menggunakan media sosial dengan bijak agar memiliki personal branding yang bagus di mata perusahaan?

Mungkin saja belum.

Lalu, bagaimana caranya meningkatkan presensi di media sosial?

Pertama, Anda harus menyamakan nama user Anda dalam setiap media sosial.

Untuk mempermudah mengetahui namanya sudah dimiliki orang atau belum, Anda bisa cek di nameChk 

NameChk untuk mengetahui user yang belum terpakai

Kedua, jadikan media sosial Anda sebagai tempat pencitraan.

Sebelum membahas konten untuk media sosial, lebih baik Anda memperbaiki lebih dulu foto profil Anda.

Bagaimana foto profil yang baik?

Saya pernah membahas tentang foto profil yang baik untuk personal branding di sini.

Setelah itu, Anda ingin mem-branding diri sebagai apa?

Traveller?

@Lostpacker membranding diri sebagai traveler

Aktivis sosial?

Najwa Shihab sebagai duta baca Indonesia

Fotografer?

@Bennylims sebagai fotografer wedding membagikan foto human interest

Atau motivator?

@garyvee sebagai motivator selalu membagikan quote

Tentukan apa strategi personal branding yang ingin Anda terapkan dan tunjukanlah secara konsisten.

Konsisten dalam pesan yang ingin disampaikan, hingga tone dari gambarnya.

Ketiga, perbaiki LinkedIn.

LinkedIn merupakan gambaran pengalaman, atau bisa disebut sebagai CV online Anda.

Jadi sangat penting untuk menjual diri Anda di LinkedIn.

Lalu, bagaimana cara memperbaiki citra di LinkedIn?

Saya pernah membahas strategi untuk memperbaiki profil LinkedIn di sini.

Keempat, buatlah blog atau website.

Hal ini sangat penting untuk menuangkan pikiran.

Tulis hal-hal yang sesuai dengan passion yang Anda miliki.

Curhat sangat tidak dianjurkan karena bisa merusak personal branding Anda sebagai orang yang labil.

Bayangkan saja, jika Anda membagi masalah pribadi Anda ke publik, bagaimana dengan masalah perusahaan? Tentu saja perusahaan tidak ingin mengambil resiko seperti itu.

Untuk itu, buatlah tulisan yang sesuai dengan passion dan mempunyai value untuk banyak orang.

Misalnya saja, Anda ingin mem-branding diri sebagai traveler.

Maka bagikanlah info tentang tips traveling, atau cerita ketika Anda sedang traveling.

Jika Anda kebingungan tentang apa yang ingin ditulis, baca artikel saya tentang cara membuat artikel yang berkualitas di sini.

*Pro Tips*

Untuk meningkatkan kredibilitas web/blog Anda, Anda bisa menggunakan trik backlink.

Buatlah tulisan seperti di website Kumparan https://kumparan.com/ , ataupun Kompasiana kompasiana.com dan di-refer ke web/blog Anda.

  1. Personal branding dalam off-line.

Setelah menuntaskan pembahasan tentang strategi personal branding dalam online, sekarang masuk ke pembahasan untuk offline.

Dalam offline, sangat penting untuk menunjukan kesesuaian dengan strategi personal branding yang berusaha Anda terapkan di dalam dunia online.

Pertama, buatlah kartu nama.

Kartu nama yang kreatif

Untuk ide kreatif kartu nama bisa mengunjungi sini.

Kedua, buatlah buku/vlog/podcast

Terbitkanlah buku dan tuangkan pemikiran Anda terhadap passion yang Anda geluti.

Namun, jika terlalu sulit Anda bisa membuat vlog ataupun podcast yang sedang tenar akhir-akhir ini.

Pilihlah topik-topik yang menarik agar audiens jadi loyal dan pilih juga topik sesuai dengan passion Anda agar memproduksinya tidak menjadi beban/

Ketiga, menjadi pembicara.

Inilah tahap tertinggi dalam personal branding.

Ketika Anda sudah menjadi pembicara, berarti sudah ada pengakuan dari publik bahwa Anda kompeten di bidang tersebut.

Namun, untuk mencapai tahap ini, Anda harus melalui terlebih dahulu semua tahap sebelum ini secara konsisten.


Itulah berbagai strategi yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan personal branding agar meningkatkan juga nilai jual Anda di mata perusahaan.

Sekali lagi, semua tahap di atas harus Anda lalui secara satu persatu dan konsisten untuk hasil yang maksimal.

Jangan ragu untuk mencoba dan jangan pernah berhenti untuk berkarya.

Selamat mencoba.

Silahkan bagikan pengalaman Anda selama mem-branding diri Anda di kolom komentar.

 

 

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 1 Comment
  1. Icuq says:

    Ojik, kalo nulis mungkin bisa dibuat paragraf aja gitu biar lebih mudah bacanya. Aku tahu kamu pasti ingin membuat penekanan atau intonasi yang mudah kaya bahasa lisan. Tapi tentu lebih nyaman bagi pembaca kalau kamu bisa mengurangi ruang-ruang besar antarkalimat. Urusan isi tulisannya sih aku yakin kamu pasti udah bagus~ Good luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *