Psikologi warna dalam branding

Psikologi Warna dalam Logo Brand

Psikologi warna dalam logo sebuah brand hanyalah sebuah persepsi. Lalu, bagaimana cara terbaik menggunakan warna untuk membentuk persepsi publik?


Semua bisnis menggunakan logo sebagai salah satu bentuk strategi marketing.

Itulah kenapa semua perusahaan membutuhkan logo yang bagus.

Namun, yang terjadi tidak sedikit perusahaan menggunakan logo-logo yang sudah mapan atau menggunakan vektor-vektor yang ada di internet.

Masalah terjadi.

Kenapa? Karena hal tersebut akan merusak keunikan dari brand Anda.

Brand Anda tidak menjadi unik karena logo tersebut sudah dipakai oleh ratusan, mungkin ribuan, perusahaan di luar sana.

Selain itu juga brand Anda tidak memiliki identitas karena warna Anda tidak menggambarkan apa yang Anda tawarkan.

Lalu, apa cara yang harus dilakukan agar brand Anda punya keunikan tersendiri? Tentukan warna dari brand Anda.

Kenapa psikologi warna penting? Karena warna dapat mengubah emosi seseorang.

Coba bayangkan, bagaimana jika produk Apple yang elegan memiliki logo berwarna biru. Apakah kesan elegan masih menjadi kata yang pertama terlintas di kepala Anda? Bisa jadi tidak.

Bagaimana jika Nike memiliki logo berwarna merah? Apakah kesan mewah masih menjadi kata pertama yang terlintas di kepala Anda? Bisa jadi tidak.

Perhatikan, ada dua kata yang saya tandai di dua kalimat di atas. “Kesan” dan “Kata yang pertama”.

Itulah guna dari logo Anda; untuk menimbulkan kesan dan kata pertama yang terlintas.

Logo sendiri terdiri dari tipe, warna dan font. Namun, saya akan membahas tentang pemilihan warna karena warna merupakan komponen yang sangat penting dalam membuat logo sebuah brand.

psikologi warna dalam brand

Psikologi warna dalam brand

  1. Merah

psikologi warna merah

Psikologi warna merah dalam brand

Apa yang pertama terlintas di kepala Anda ketika melihat warna merah? Penuh keberanian dan tanda bahaya?

Benar sekali.

Dalam penggunaan logo, warna merah memiliki efek mengurangi berfikir dan mempercepat reaksi.

Itulah kenapa iklan Coca-cola mayoritas pesan yang disampaikan bahwa Coca-cola merupakan teman dalam segala aktivitas yang selalu menghadirkan kebahagiaan.

Positive implications:

  • Power
  • Passion
  • Energy
  • Fearlessness
  • Strength
  • Excitement

Negative implications:

  • Anger
  • Danger
  • Warning
  • Defiance
  • Aggression
  • Pain


  1. Orange

psikologi warna orange

Psikologi warna orange

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat logo Nickelodeon? Enerjik? Kesenangan?

Itulah kenapa Nickelodeon menggunakan warna orange.

Dengan target audiens anak-anak, tentu Nickelodeon ingin menggunakan logo yang merepresentasikan anak-anak; enerjik dan penuh kesenangan.

Selain itu, warna orange bisa digunakan untuk menarik perhatian, misalnya saja traffic cone.

Positive implications:

  • Courage
  • Confidence
  • Warmth
  • Innovation
  • Friendliness
  • Energy

Negative implications:

  • Deprivation
  • Frustration
  • Frivolity
  • Immaturity
  • Ignorance
  • Sluggishness
  1. Kuning

psikologi warna kuning

Psikologi warna kuning

Kenapa McDonald selalu memasang logo besar kuning berdiri megah dan tinggi di depan outlet-nya?

Karena warna kuning bisa menarik perhatian orang-orang.

Selain itu kuning juga identik dengan peringatan, seperti yang ada di lampu lalu lintas.

Lalu, kapan Anda harus menggunakan warna kuning?

Pergunakan warna kuning ketika Anda ingin memupuk rasa optimisme target Anda.

Misalnya saja Nikon yang menggunakan kombinasi warna kuning dan slogan “At the heart of the image” untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri pengguna.

Ataupun DHL dengan slogannya “We deliver trust” untuk memupuk rasa optimisme pelanggan agar percaya dengan DHL.

Positive implications:

  • Optimism
  • Warmth
  • Happiness
  • Creativity
  • Intellect
  • Extraversion

Negative implications:

  • Irrationality
  • Fear
  • Caution
  • Anxiety
  • Frustration
  • Cowardice
  1. Hijau

Psikologi warna hijau

Psikologi warna hijau

Hijau merupakan warna yang paling seimbang.

Hijau juga merupakan warna yang menyejukan. Itulah kenapa logo berwarna hijau selalu identik dengan alam.

Warna hijau juga bisa meningkatkan kepercayaan. Itulah kenapa Greenpeace menggunakan warna hijau agar orang-orang percaya dengan apa yang mereka lakukan.

Positive implications:

  • Health
  • Hope
  • Freshness
  • Nature
  • Growth
  • Prosperity

Negative implications:

  • Boredom
  • Stagnation
  • Envy
  • Blandness
  • Enervation
  • Sickness
  1. Tosca

Psikologi warna tosca

Psikologi warna tosca

Warna ini jarang digunakan oleh logo.

Namun, Anda tetap bisa menggunakannya jika brand Anda mengedukasi, berbau teknologi ataupun media.

Kenapa WordPress menggunakan warna tosca? Karena tosca menimbulkan kesan brand menjadi pusat dari komunikasi.

WordPress memiliki tujuan untuk menjadi pusat. Mengalahkan saingannya seperti blogger yang sudah menggunakan warna yang dominan, yaitu orange.

Positive implications:

  • Communication
  • Clarity
  • Calmness
  • Inspiration
  • Self-expression
  • Healing

Negative implications:

  • Boastfulness
  • Secrecy
  • Unreliability
  • Reticence
  • Fence-sitting
  • Aloofness
  1. Biru

Psikologi warna biru

Psikologi warna biru

Biru merupakan warna favorit semua orang.

Biru menggambarkan kekuatan dan bisa diharapkan.

Itulah kenapa banyak perusahaan laptop seperti HP, Dell dan Intel menggunakan warna biru sebagai logonya.

Positive implications:

  • Trust
  • Loyalty
  • Dependability
  • Logic
  • Serenity
  • Security

Negative implications:

  • Coldness
  • Aloofness
  • Emotionless
  • Unfriendliness
  • Uncaring
  • Unappetizing
  1. Ungu

Psikologi warna ungu

Psikologi warna ungu

Apa yang pertama terlintas di pikiran Anda ketika melihat warna ungu? Feminis? Maskulinitas?

Bisa dibilang benar.

Lebih tepatnya, warna ungu merepresentasikan kekayaan, misteri dan keunikan.

Itulah kesan yang pertama muncul ketika mendengar kata FedEx dengan “express”-nya.

Ataupun Cadbury yang memilih tidak menggunakan warna coklat namun warna ungu untuk membuat kesan eksklusif ke para pembeli.

Positive implications:

  • Wisdom
  • Luxury
  • Wealth
  • Spirituality
  • Imaginative
  • Sophistication

Negative implications:

  • Introversion
  • Decadence
  • Suppression
  • Inferiority
  • Extravagance
  • Moodiness
  1. Magenta

Psikologi warna magenta

Psikologi warna magenta

Kenapa logo Premier League yang baru menggunakan warna magenta?

Karena warna magenta meninggalkan kesan sesuatu yang baru, untuk mengganti yang lama.

Itulah kenapa logo Premier League menggunakan warna magenta.

Sebagai sesuatu yang baru, warna magenta diharapkan bisa mengganti identitas yang lama untuk menunjukan kebaruan.

Positive implications:

  • Imaginative
  • Passion
  • Transformation
  • Creative
  • Innovation
  • Balance

Negative implications:

  • Outrageousness
  • Nonconformity
  • Flippancy
  • Impulsiveness
  • Eccentricity
  • Ephemeralness
  1. Coklat

Psikologi warna coklat

Psikologi warna coklat

Jika hijau identik dengan alam, coklat sangat identik dengan pepohonan dan kulit.

Pasti Anda sering melihat logo warna coklat untuk produk seperti dompet, ataupun sepatu kulit.

Lalu, kapan Anda harus menggunakan warna coklat?

Pergunakan warna coklat ketika brand Anda merupakan suatu produk yang terdiri dari akumulasi berbagai bahan yang berwarna coklat. Misalnya saja coklat, ataupun kayu dan kulit.

Warna coklat juga diyakini sebagai warna yang sangat ramah dan loyal.

Positive implications:

  • Seriousness
  • Warmth
  • Earthiness
  • Reliability
  • Support
  • Authenticity

Negative implications:

  • Humorlessness
  • Heaviness
  • Lack of sophistication
  • Sadness
  • Dirtiness
  • Conservativeness
  1. Hitam

Psikologi warna hitam

Psikologi warna hitam

Kenapa mayoritas sepatu seperti Nike, Vans, Adidas menggunakan warna hitam? Bahkan Adidas yang dulu sempat berwarna biru mengubahnya jadi hitam?

Selain warna yang netral untuk sepatu, warna hitam juga menimbulkan kesan elegan.

Bahkan, untuk para remaja yang baru saja dewasa, menggunakan warna hitam diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan modernitas remaja tersebut.

Itulah kenapa sepatu yang target audiensnya anak-anak remaja menggunakan logo berwarna hitam agar remaja tersebut bisa tampil lebih klasik, elegan dan dewasa.

Positive implications:

  • Sophistication
  • Security
  • Power
  • Elegance
  • Authority
  • Substance

Negative implications:

  • Oppression
  • Coldness
  • Menace
  • Heaviness
  • Evil
  • Mourning
  1. Abu-abu

Psikologi warna abu-abu

Psikologi warna abu-abu

Warna abu-abu cocok untuk brand yang modern dan biasanya digunakan oleh teknologi.

Bandingkan saja WII dengan kompetitonya seperti Playstation dan Xbox, mana yang lebih memiliki kesan mewah?

WII. Terbukti dengan teknologi yang sudah menggunakan fitur motion sensor dan paling laris jika dibandingkan dengan kompetitornya.

Positive implications:

  • Timelessness
  • Neutrality
  • Reliability
  • Balance
  • Intelligence
  • Strength

Negative implications:

  • Lack of confidence
  • Dampness
  • Depression
  • Hibernation
  • Lack of energy
  • Blandness
  1. Putih

Psikologi warna putih

Psikologi warna putih

Putih merupakan warna yang bersih dan steril. Bisa juga mendukung kesan elegan.

Itulah kenapa produk seperti Apple menggunakan warna putih.

Kesan elegan ketika diletakan di handphone merupakan kesan yang pertama muncul di pikiran orang-orang.

Hal tersebut didukung juga oleh fitur dan harga yang semakin memantapkan brand Apple sebagai brand yang “kaya”.

Positive implications:

  • Cleanness
  • Clarity
  • Purity
  • Simplicity
  • Sophistication
  • Freshness

Negative implications:

  • Sterility
  • Coldness
  • Unfriendliness
  • Elitism
  • Isolation
  • Emptiness

Brand identitas Anda membentuk persepsi publik tentang brand Anda.

Oleh karenanya, menjadi penting untuk membentuk brand identitas sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Penggunaan warna merupakan salah satu tahap. Tahap lain seperti menyelesaikan logo, menentukan tagline dan menyelaraskan pesan merupakan tahap penting lain yang tidak boleh dilewatkan dalam memasarkan sebuah brand.

Kenapa memasarkan sebuah brand penting? Ignyte telah menjelaskannya secara jelas di sini.

Dengan mengerti pemilihan warna untuk brand Anda, Anda sudah lebih maju dari brand yang lain.

Jadi, mana warna yang sesuai dengan brand Anda?

 

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 2 Comments
  1. Bablofil says:

    Thanks, great article.

  2. Siapa hayo says:

    Kakk update artikelnya dong kaakk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *