najwa shihab

Personal Branding A la Najwa Shihab

Najwa Shihab merupakan seorang figur publik, sekaligus panutan banyak orang. Bagaimana Najwa mem-branding diri sendiri?


Desember lalu, saya berkesempatan untuk bertemu dengan Najwa untuk membantu program tapping Mata Najwa di markas Endank Soekamti dan mendokumentasikan acara book signing Najwa di Gramedia Sudirman.

Dua bulan kemudian, tepatnya Februari lalu, saya kembali berkesempatan untuk bertemu tepatnya di acara Festival Mocosik yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC).

Dua kali pertemuan bersama Mbak Najwa membuat saya berfikir, kenapa Mbak Nana sangat disenangi?

Antrian panjang untuk meminta tanda tangan.

najwa shihab

barisan pengunjung yang meminta tanda tangan

Ataupun antusiasme teman-teman untuk datang ke Gramedia Sudirman di hari yang hujan.

najwa shihab

Najwa ketika acara book signing

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan, kenapa Najwa menjadi figur yang dikagumi dan bagaimana branding yang diterapkan beliau jika dibedah dari perspektif branding?

Personal Branding Najwa Shihab

  1. Platform development.

Sebelum terkenal seperti sekarang, Najwa merupakan seorang jurnalis yang sangat cerdas. Terbukti dengan beragam penghargaan individu yang mulai diraih.

Semenjak menjadi host di Mata Najwa pada tahun 2009, nama Najwa semakin terkenal. Najwa Shihab menggunakan Mata Najwa sebagai media untuk menguatkan branding-nya. Pesan yang ingin disampaikan jelas, saya orang yang cerdas yang bisa membuat siapapun narasumbernya mati kutu.

Hasilnya? Najwa meraih Young Global Leader dari World Economic Forum pada tahun 2011. Penghargaan yang diberikan setiap tahun kepada para professional muda dibawah 40 tahun di seluruh dunia.

Dari situ bisa dipelajari bahwa cara untuk mengembangkan platform adalah mengerti dan mendeklarasikan branding yang ingin kita buat, kemudian secara konsisten menyampaikannya. Seperti program Mata Najwa yang tayang setiap minggu.

Meskipun secara offline branding Najwa sudah bagus. Secara online, branding-nya masih tidak terlalu bagus. Terbukti dari tampilan website-nya saat itu. Belum ada konsistensi antara offline dan online sampai saat itu.

web najwa shihab

Tampilan website Najwa Shihab yang tidak terlalu bagus

  1. Brand and Buzz building

Bagaimana cara Najwa semakin memperkenalkan personal branding-nya?

Banyak taktik yang beliau gunakan, mulai dari media sosial, menjadi pembicara, networking, penghargaan, dan membuat konten.

Semua taktik tersebut membuat beliau semakin dipercaya, dan mulai dilakukannya sejak 2012.

Kenapa 2012?

Sejak 2012, beliau mulai aktif di Instagram. (Instagram yang sekarang dijadikan sebagai channel utama untuk mem-branding ­diri. Terbukti dengan jumlah followers 690k dan rutin update foto.)

Namun, memiliki Instagram tidak serta merta menguatkan branding-nya. Branding pada tahap ini mulai rutin dilakukan tahun 2015, ketika beliau mulai aktif di Instagram.

Beliau menggunakan Instagram-nya sebagai perpanjangan tangan dari Mata Najwa. Terbukti, setelah beliau mulai menggunakan Instagram-nya untuk Mata Najwa, jumlah like meningkat drastis dari post sebelumnya yang tidak ada hubungannya dengan Mata Najwa.

like insta najwa shihab

Perbedaan like sebelum dan sesudah menggunakan Mata Najwa

Semenjak saat itu, identitas beliau sebagai orang cerdas mulai dibawa ke online.

Pada tahun 2015 juga, Najwa Shihab menguatkan branding-nya dengan buku yang berjudul “Mantra Layar Kaca”. Buku itu juga dikeluarkan untuk membentuk persepsi yang sama, Najwa sebagai orang dibalik kesuksesan Mata Najwa.

Najwa shihab

Mata Najwa jadi program televisi favorit.

Cara yang digunakan untuk mempromosikan buku-nya pun tidak sembarangan. Beliau berusaha membuat kesan eksklusif dengan membuat Meet and Greet dengan Najwa dan penulis bukunya.

mng najwa shihab

Jadwal Meet and Greet Najwa Shihab

Selain itu, beliau me-repost teman-teman yang mendapatkan tanda tangan Najwa. Hal itu digunakan untuk meningkatkan cakupan circle dari Instagram Najwa.

Najwa shihab

Repost dari Najwa Shihab

Hasilnya? Jumlah like yang semakin banyak hanya dalam beberapa bulan.

najwa shihab

Dari seribuan likes menjadi dua ribuan likes.

Setelah menggunakan media sosial dan menerbitkan buku, langkah selanjutnya dari Najwa Shihab adalah menjadikan dirinya sebagai figur dalam majalah.

majalah najwa shihab

Najwa Shihab dalam majalah

Hasilnya? Najwa Shihab menjadi presenter terfavorit versi Panasonic Gobel Awards pada tahun 2015.

 

  1. Industry Leadership

Tahap ini mulai beliau jajaki pada akhir tahun 2016.

Menambahkan sesuatu yang baru

Setelah sukses dengan buku “Mantra Layar Kaca” Najwa menerbitkan buku Catatan Najwa. Sebagai refleksi Najwa Shihab terhadap semua isu yang sudah dibahas di Mata Najwa.

buku najwa shihab

Catatan Najwa menjadi buku yang baru terbit.

Kali ini, publikasi yang dilakukan lebih beragam. Masih tetap menggunakan pre-order plus mendapatkan tanda tangan gratis menunjukan eksklusivitas. Namun, Najwa Shihab mulai menggunakan bukunya sebagai kenang-kenangan untuk para pembicara yang datang ke Mata Najwa.

Langkah yang dilakukan jelas meningkatkan kredibilitas Najwa Shihab dan memperluas jangkauan penggemar.

like najwa shihab

Perbandingan jumlah likes sebelum Pak Jokowi dan saat Pak Jokowi dijadikan buzzer.

 

Menjadi Duta Baca

Sejak 2016, Najwa Shihab diangkat menjadi duta baca.

Menjadi Duta Baca masih memperkuat branding-nya sebagai orang yang cerdas, dengan cara menunjukan beliau senang membaca.

Bahkan, beliau menjadi inspirasi orang banyak karena menjadi duta baca.

Saya ingat beliau selalu mempunyai gagasan yang kuat kenapa harus membaca dan bagaimana caranya agar membaca jadi mudah.

“Membaca satu bulan satu buku” atau

“Baca buku setiap hari, 5 menit pagi, 5 menit siang, 5 menit sore dan 5 menit malam.” Dan juga

“Tunjukan perjuangan kalian untuk membaca buku dan akan saya regram.”

Kalimat terakhir merupakan call-to-action yang sangat kuat. Siapa yang tidak ingin di regram oleh Najwa Shihab?

najwa shihab

Najwa Shihab me-repost perjuangan orang untuk membaca buku.

Caranya untuk merealisasikan ajakan membuat dia menjadi seorang yang inspiratif. Kemudian, beliau sebagai duta baca juga sering berkeliling untuk mengisi acara.

Hal tersebut pun memperkuat kredibilitas-nya dan membuat beliau memperkuat branding dirinya sebagai seseorang yang cerdas dan inspiratif.

Ketika teman Anda menyebutkan presenter cerdas, apakah dalam pikiran Anda yang terlintas adalah Najwa Shihab? Itulah branding Najwa Shihab yang telah mencapai pada tahap industry leadership, ketika beliau sudah menjadi Top-of-Mind para konsumen.


Menarik mengulik branding Najwa Shihab. Yang bisa dipelajari dari itu semua, branding haruslah konsisten, mulai dari pesan yang ingin disampaikan dan juga hal yang dilakukan baik online maupun offline.

Tetaplah menginspirasi, Mbak Najwa Shihab!

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 1 Comment
  1. Keripik pisang aneka says:

    Suhu request strategi branding Anlene dong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *