Menginap di Jepang

10 Hari Backpacker: Menginap di Jepang – Part 4

Ada beragam pilihan penginapan di Jepang, mulai dari Manga Café, hostel, hotel, AirBnb, hingga couchsurfing. Saya sendiri selama 9 malam menginap di bandara Haneda, hostel, dan mencari host di couchsurfing.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Penginapan Murah Ketika Traveling

Karena judulnya backpacker, jadi saya menyarankan untuk mencoba hostel atau couchsurfing. Kalau uang berlebih sedikit, ya AirBnB. Saya tidak menyarankan Manga Cafe, kecuali memang hanya singgah. Karena saya tidak bisa meletakan tas saya meskipun sudah check-out. berbeda dengan hostel. Apalagi harganya tidak berbeda jauh dengan hostel yang murah sekalipun.

Di Tokyo, saya mencoba 4 hostel dalam waktu 6 malam. 2 malam bersama host dari Couchsurfing, 1 malam di Nikko dan 1 malam di bandara Haneda. (Tambahan 1 malam di Bandara KLIA ketika transit)

Jadwal pesawat Jakarta-Tokyo itu kebanyakan sampai jam 10 malam. Dengan mengurus imigrasi dll. Mungkin selesai jam 11. Jam 11 pun sudah sulit mendapatkan kereta. Taksi? Mahal. Ojek online? Tidak ada. Sehingga opsi terbaik adalah tidur di bandara. Tidur di bandara enak kok, tidak ada pengecekan tiba-tiba seperti di Changi. Bahkan, tidak sedikit juga orang yang tidur di bandara, bisa karena mereka baru sampai atau mengejar pesawat paling pagi.

menginap di jepang

Orang-orang tidur di Haneda di kursi

menginap di jepang

Berbeda dengan tidur di KLIA yang sembarangan

Malam pertama saya habiskan di 1980 Hostel di Taito. Jaraknya agak jauh dari stasiun, bahkan saya sampai nyasar karena map di aplikasi Traveloka salah. (Pintu masuk ada di gang kecil, bukan jalan besar.) Tapi, fasilitasnya paling oke menurut saya jika dibandingkan dengan 3 hostel lain. Selain bersih, kita juga bisa dapat rooftop dari lantai 9. Selain itu kamar mandi-nya juga personal, tidak seperti hostel lainnya. Kasurnya pun kapsul (mayoritas hostel di Jepang seperti ini)

Menginap di Jepang

Kamar dari 1980 Hostel Tokyo

Menginap di Jepang

View dari rooftop 1980 Hostel.

Malam kedua saya habiskan di Nikko Park Lodge. Hostel ini berbentuk seperti rumah dengan pintu khas Jepang sekali. Satu kamar berisi 8 kasur tingkat (bukan kapsul). Kelebihan hostel ini adalah jaraknya dekat sekali dengan stasiun, jadi enak untuk bepergian.

menginap di Jepang.

Interior Kamar dari Nikko Park Lodge.

menginap di jepang

Interior luar yang pintunya khas Jepang.

Malam ketiga saya habiskan di Tochigiya Hostel. Hostel kapsul yang sangat dekat dengan Asakusa, tapi sedikit jauh dari stasiun. Hostel-nya tidak terlalu bersih. Keunggulannya hanya di jarak dengan Sensoji Temple yang dekat sekali. Di kamar pun ada TV. Hal unik lain adalah kamar mandinya. Kamar mandinya berbentuk seperti onsen. Harus telanjang sebelum masuk ke pemandian, ada bak pemandian air panas, shower untuk bilas, dan sauna. Jadi hostel ini sangat tidak recommended untuk orang yang tidak ingin telanjang bersama-sama. Kalau saya sih gak terlalu peduli ya, justru malah enak pemandian air panas bikin capek jadi hilang.

menginap di jepang

Kamar kapsul dilengkapi TV di Tochigiya

menginap di jepang

Kamar-kamar di Tochigiya

Dua malam selanjutnya saya habiskan bersama host dari Couchsurfing. Rumahnya di Fujisawa dan apartemennya sangat besar. Orangnya pun fleksibel, saya diberikan kunci jadi bisa masuk dan keluar sesuka hati. (untung saya bukan maling)

menginap di jepang

Apartemen dari host di Couchsurfing

Malam selanjutnya Ueno Station Hostel. Hostel ini dekat sekali dengan Ueno Station. Bahkan, lokasinya berada di pusat market Ueno. Hostelnya bersih, fasilitas lengkap. Bahkan ada 1 lantai khusus untuk rekreasi. Kamar kapsul dilengkapi TV. Ada sofa empuk yang dilengkapi TV, pijat dll. Kamar mandinya sama dengan Tochigiya Hostel, berupa onsen yang harus telanjang bersama-sama. Hal unik di hostel ini, salah satu channel TV di kamar menampilkan JAV. *cough*

menginap di Jepang

Kamar dari Ueno Station Hostel dilengkapi TV

menginap di jepang

Ruang rekreasi yang nyaman di Ueno Hostel

Tiga malam terakhir saya habiskan di Japanize Guest House. Saya baru mem-booking ini di hari yang sama, sehingga bisa mendapatkan harga sangat murah. Itu pun terpaksa karena tiba-tiba host Couchsurfing di Tokyo mendadak ke luar kota. Walaupun hostel ini dekat Akihabara, stasiun terdekat hostel ini pun tidak terkenal. Perlu jalan 5-10 menit dari stasiun Metro ke hostel ini. Ketika saya pertama datang pun saya langsung mengetahui kenapa hostel ini sangat murah, karena memang pelayanannya terbatas. Hampir semua self service.

Bahkan ketika saya ke kasur, kasur pun masih berantakan. Check-out pun self service. Kebersihan pun biasa saja. (Bahkan beberapa teman di sana digigit oleh serangga) Tapi hostel ini mengesankan. Kenapa? Karena hanya di hostel ini saya bisa berinteraksi, bahkan jadi kenal dekat, dengan banyak orang. Hostel ini juga ada beberapa orang pekerja yang bayar bulanan seperti dormitory. Kalau saya sendiri sih memang senang berinteraksi dengan orang ketika di hostel. Mulai dari bertukar budaya hingga bahasa. Dan hanya hostel ini yang punya relasi kuat.

Berikut rincian dana biaya saya untuk menginap di Jepang

KotaPenginapanHargaBookingBerapa malam
Tokyo1 Night 1980 Hostel268000Traveloka1 malam
Hotel New Tochigiya234000Traveloka1 malam
Ueno Station Hostel265000Traveloka1 malam
Japanize Guest House450000Traveloka3 malam
Siem ReapNikko Park Lodge262000Traveloka1 malam
TOTAL1479000

Itulah dana yang saya habiskan untuk penginapan di Jepang selama 9 malam.

Top Tips:

Ketika terpaksa tidur di bandara, jangan tidur di lantai. Hal tersebut dianggap kasar oleh orang Jepang. Cari kursi yang tidak ada pegangan tangannya sehingga bisa tidur selonjor di 4 kursi.

Cari hostel yang memiliki rating bagus dan dekat dengan stasiun.


Begitulah itinerary perjalanan saya selama 10 backpacker ke Jepang. Itinerary yang kemudian saya bagi menjadi empat bagian, yaitu harga tiket masuk, transportasi, makan, dan penginapan. Jika dihitung kembali, inilah dana pokok yang saya keluarkan selama 10 hari Backpacker ke Jepang. (Dana tidak termasuk dengan oleh-oleh dan beberapa keperluan mendadak)

Total uang selama 13 hari keliling Asia Tenggara

Kegunaan Jumlah
Tempat Wisata IDR 285,000.00
Transportasi IDR 5,535,000.00
Makanan IDR 1,450,000.00
Penginapan IDR 1,480,000.00
TOTAL IDR 8,750,000.00

Begitulah itinerary dan total uang yang saya habiskan selama 13 hari keliling Asia Tenggara. Jika ada yang ingin ditanyakan terkait apapun itu selama berkaitan dengan travel di beberapa kota tersebut tinggalkan komentar saja, sebisa mungkin akan saya jawab.

Untuk melihat kembali part sebelumnya, bisa klik link di bawah ini.

PART 1 –  Itinerary Backpacker ke Jepang

PART 2 – Transportasi di Jepang

PART 3 – Makanan di Jepang

 

 

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

26
Leave a Reply

avatar
12 Comment threads
14 Thread replies
9 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
14 Comment authors
fauziananta1rianTaofik SalehAdiKhaerul Fadillah Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
saputra
Guest
saputra

Infonya sangat informatif sekali, boleh dikirimkan ke itenerary dan excel lengkapnya ke email [email protected] thanks

Ae Abdurohman
Guest
Ae Abdurohman

haii Fauzan..
terimakasih info-info travelnya. jadi sangant tertarik sekali untuk kejepang. jika berkenan minta tolong untuk mengirimkan itenerary lengkap dan file excelnya.
terima kasih sebelumnya.
salam kenal.

Aletha
Guest
Aletha

Hai kak, makasih banyak info nya sangat membantu. Saya boleh minta tolong kirim kan itenerary dan file excel yg lengkapnya kah? Kalau boleh ini email saya kak [email protected]
Terimakasih sebelumnya 🙂

nana
Guest
nana

hi, makasi banget aku baca perjalanan ke jepangnya dr awal sampai habis.. bahasanya enak dan bikin jadi pengen kesana, ternyata backpacker itu ngga se-horor yg kukira… kl boleh mau dikirimkan file excel itinerary lengkapnya kak.. terima kasih yaa..

Unin
Guest
Unin

sangat membantu sekali artikelnya, terima kasih.. kalo boleh itinerary nya bisa dikirimkan ke email saya? terima kasih banyak..

Pratiwi
Guest
Pratiwi

Hai ka, infonya sangat membantu sekali. Bisa minta kirim via email untuk itenerary lengkapnya dan file Excelnya. Terimakasih

Zahi
Guest
Zahi

Informatif sekali tulisannya! Saya boleh minta itenerary lengkapnya, [email protected] . Terima Kasih.

Hansamu
Guest
Hansamu

Mas itu kalau pakai couchsurfing biasanya orang/host nya ngasih biaya atau bagaimana yah?

emanda
Guest
emanda

kak terimakasih.
postingannya informatif sekali.
aku mau dong dikirimin itinerary lengkapnya 🙂

Khaerul Fadillah
Guest
Khaerul Fadillah

Hai kak, makasih banyak info nya sangat membantu. Saya boleh minta tolong kirim kan itenerary dan file excel yg lengkapnya
Kalau boleh ini email saya kak [email protected]
Terimakasih sebelumnya

Taofik Saleh
Guest
Taofik Saleh

Kak saya tertarik banget pengen ngikutin karna harganya murah.
dan pengen realisasikan impian ke jepang.
send rincian and ittenary boleh kah?
[email protected]

rian
Guest
rian

hay mas,, terima kasih atas infonya, dari sekian banyak cerita yg saya baca cuma ini yg mantul, saya boleh minta itenerary lengkap dan file excel nya??? [email protected] terima kasih