memulai bisnis online

Strategi Memulai Bisnis Online Melalui Content Marketing

Memulai bisnis online adalah masa depan. Tidak peduli apakah Anda sudah sukses dalam offline ataupun belum, mengkonversikannya ke dalam bisnis online adalah hal yang sangat penting. Memahami strategi dalam memulainya menjadi lebih penting. Lalu, bagaimana strategi yang tepat dalam memulai bisnis online agar bisa meningkatkan penjualan?


Content Marketing menjadi suatu hal yang vital dalam memulai bisnis online. Bisnis online baik melalui media sosial ataupun website, pasti membutuhkan content marketing agar tetap hidup. Content marketing fokus ke bagaimana membuat dan mendistribusikan konten yang memiliki value untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

Yang terpenting, content marketing bisa memiliki hasil untuk meningkatkan penjualan, namun dalam waktu jangka panjang.

Anda tidak mungkin bisa menghasilkan penjualan meningkat secara pesat hanya dengan menghasilkan 3 konten. Anda harus memahami content marketing sebagai sebuah investasi yang Anda lakukan, yang bisa menghasilkan sesuatu di masa mendatang.

Coba bayangkan, jika Anda sedang ingin membeli sebuah produk di Instagram dan menemukan dua akun yang menurut Anda memiliki peluang terbesar. Akun pertama merupakan akun yang rutin meng-upload foto tapi sembarangan dan tidak terstruktur. Akun pertama hanya memfokuskan diri kepada penjualan sehingga konten yang di-upload hanyalah gambar foto produk dan harga. Sedangkan akun kedua juga rutin meng-upload foto tetapi sangat terstruktur dan memiliki value yang ditawarkan.

Jika Anda harus memilih, mana yang Anda pilih? Kemungkinan besar akun kedua.

Beberapa marketeers pun memahami bahwa content marketing memberikan dampak jangka panjang.

memulai bisnis online

Efek dari content marketing

memulai bisnis online

Data dari Content Marketing Institute

Itulah kenapa content marketing sangat populer dan efektif dalam memulai bisnis online.

Namun, apakah content marketing selalu efektif?

Belum tentu. Jika Anda tidak menggunakan strategi yang tepat, content marketing yang Anda buat akan menjadi sia-sia.

memulai bisnis online

Cara membangun kepercayaan

Lalu, bagaimana cara membuat strategi content marketing sebelum memulai bisnis online?

  1. Pahami audiens Anda

Semua data mengenai audiens yang membeli produk Anda sangatlah penting. Saya menggarisbawahi audiens yang membeli produk Anda, bukan audiens yang Anda tuju. Karena masih banyak bisnis yang salah target audiens, sehingga penting bagi Anda untuk memahami siapa audiens Anda.

Apa yang mereka beli? Kenapa mereka membeli? Bagaimana mereka menemukan produk Anda? Hal itu sangat penting karena riset tersebut menjadi kunci dalam memulai bisnis online.

Sebelum memulai bisnis online, ada baiknya Anda menggambarkan buyer persona, ataupun gambaran dari pelanggan yang akan membeli produk Anda.

Lebih baik jika Anda sudah memiliki bisnis offline dan memiliki pelanggan tetap. Anda bisa melakukan riset kecil ke mereka mengenai alasan mereka membeli, hingga value yang Anda tawarkan menurut pelanggan.

Namun, jika Anda masih bingung bagaimana memahami audiens secara lebih mendalam, lihat gambar berikut ini.

memulai bisnis online

Memahami persona konsumen

Lalu, setelah mendetailkan buyer persona, apa yang harus dilakukan? Riset.

Anda bisa melakukan riset melalui beragam cara, bisa menggunakan tools bawaan seperti Instagram Analytics, ataupun Google Analytics untuk meriset audiens yang Anda miliki.

Memulai bisnis online

tampilan Google Analytics

Bahkan, jika Anda sudah mahir, Anda bisa melakukan riset kompetitor untuk memahami audiens mereka, kemudian bisa mengaplikasikannya ke strategi Anda. Riset kompetitor bisa dilakukan di Alexa alexa.com atau SEM Rush semrush.com

memulai bisnis online

Tampilan SEM Rush

  1. Pilih platform yang tepat

Jika Anda ingin menggunakan media sosial, Anda harus memahami bahwa karakteristik setiap media sosial berbeda. Sehingga tidak baik bagi Anda untuk menggunakan semua media sosial. Hal itu hanya akan menguras effort dengan hasil yang tidak maksimal.

Beda media sosial, beda pendekatan, dan beda cara berinteraksi.

Anda tidak mungkin menggunakan visual dalam Twitter, karena twitter merupakan tempat berkicau. Gambar visual akan bagus jika Anda upload di Instagram.

Karakteristik media sosial secara khusus bisa dibaca di sini.

Setelah mengetahui karakteristik dari setiap media sosial, penting bagi Anda untuk mengaplikasikan hasil riset yang telah dilakukan.

Apakah audiens Anda setiap hari hanya mengakses twitter? Berapa jam mereka mengakses media sosial? Jam berapa mereka aktif di media sosial? Hal tersebut bisa Anda aplikasikan agar konten yang Anda buat bisa tepat sasaran.

  1. Konsisten

Konsistensi penting terutama untuk brand yang Anda miliki.

Apakah Anda pernah sedang melihat explore di Instagram dan melihat salah satu konten yang secara langsung Anda mengerti itu milik siapa? Itulah efek dari konsistensi.

Itu akan terjadi jika Anda secara konsisten menyampaikan brand voice Anda secara rutin.

memulai bisnis online

Brand voice

Untuk itu, Anda harus menentukan terlebih dahulu sebelum memulai bisnis online. Apakah brand voice yang cocok untuk produk Anda adalah yang memotivasi? Sesuaikan dengan produk yang Anda miliki dan temukan value yang bisa Anda jual.

Lalu, setelah menentukan brand voice, bagaimana cara mengaplikasikannya? Saya pernah membahas mengenai penggunaan bahasa dalam brand.

  1. Storytelling

Jika Anda menemukan sebuah bisnis yang hanya menjual produk, apakah Anda tertarik? Mungkin saja tidak. Akan sangat berbeda dengan bisnis yang menjual value.

Dalam memulai bisnis online, penting bagi Anda untuk memahami value yang Anda miliki.

Apakah produk sepatu Anda memiliki value kenyamanan? Ataukah memberi donasi kepada yang membutuhkan?

memulai bisnis online

Vans menggunakan storytelling dengan baik

TOMS memiliki value yang menarik, yang membuat orang tertarik untuk membeli.

memulai bisnis online

MailChimp menggunakan copy dengan baik

Sama halnya dengan Mailchimp yang menawarkan value berupa membantu mengembangkan bisnis.

Namun apakah yang terpenting dari itu semua? Storytelling.

Coba perhatikan kembali bagaimana mereka menceritakan value mereka.

TOMS helps provide shoes, sight, water, safe birth and bullying prevention services to people in need. Learn more about what we give.

TOMS bercerita mengenai mereka yang akan memberikan donasi kepada orang yang membutuhkan.

Everyone starts small. But with the right resources, you can execute big plans. MailChimp’s features are powerful enough for Fortune 500 companies at a price point that works for anyone. You know your business. We’ll help you grow it.

MailChimp bercerita tentang masalah semua perusahaan yang memulai sejak kecil namun menawarkan solusi yang besar dengan harga yang terjangkau. Mailchimp membantu semua lini bisnis mengembangkan usahanya.

Dari kedua hal tersebut bisa diambil kesimpulan bagaimana storytelling terpenting adalah Anda menceritakan kenapa audiens harus membeli produk Anda.

Jika dengan membeli TOMS Anda akan melakukan donasi, Mailchimp akan membantu bisnis Anda berkembang. Apakah kedua hal tersebut meningkatkan keinginan Anda untuk membeli? Kemungkinan besar iya.

Jangan hanya menjual produk, jual alasan kenapa Anda menjual produk.

Jangan hanya memperkenalkan staff Anda, perkenalkan kenapa staff Anda senang menggeluti bidang tersebut.

Jangan biarkan pelanggan Anda kabur setelah membeli, dokumentasikan alasan mereka membeli dan sebarkan.

Yang terpenting adalah Anda memahami bahwa storytelling bukan hanya mengenai ‘apa’ melainkan ‘mengapa’

  1. Promosikan konten

Setelah Anda membuat konten, pastikan konten Anda sampai langsung ke audiens. Untuk itu, promosikan konten Anda secara konsisten. Promosikan konten sangat penting karena data menunjukan bahwa marketer menghabiskan 20% untuk memproduksi dan 80% untuk mempromosikan konten.

Lalu, bagaimana mempromosikan konten dengan kerja minimal namun hasil maksimal?

  • Bagikan di media sosial

Media sosial merupakan tempat dari audiens Anda berasal. Dengan membagikan konten Anda di media sosial, kemungkinan konten Anda untuk viral akan semakin besar.

Pilih media sosial yang tepat agar promosi Anda tepat sasaran. Misalnya saja pilih Facebook jika konten Anda ditujukan untuk orang tua berumur 35 – 55 tahun. Atau pilih Instagram jika target Anda adalah anak muda.

  • E-mail marketing

Audiens yang pernah menggunakan produk Anda adalah aset yang harus dijaga. Buat mereka kembali lagi untuk menikmati produk Anda. Jadikan dia sebagai pelanggan tetap. Bagaimana caranya? Ambil databasenya, terutama e-mail saat pertama kali pembelian.

Setelah mendapatkan e-mail-nya, Anda bisa membagikan info-info ataupun konten jika ada yang menarik sehingga pelanggan Anda tertarik untuk kembali.

Salah satu tools yang terkenal untuk E-mail marketing adalah MailChimp.

  • Iklan berbayar

Cara ini merupakan cara termudah, namun membutuhkan modal yang tidak sedikit. Iklan berbayar ini adalah Google Adwords dan Facebook Ads atau Instagram Ads.

memulai bisnis online

Berbagai pilihan dalam Facebook Ads

Dengan cara ini Anda bisa lebih mudah menjangkau audiens karena Ads tersebut dengan sangat mudah melakukan targeting ke audiens yang Anda inginkan. Untuk itu, Anda harus melalui tahap riset lebih dulu jika ingin menggunakan iklan berbayar seperti ini.

memulai bisnis online

Pembagian iklan berdasar kategori


Content marketing adalah ilmu yang terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, Anda harus melek dengan berbagai kemajuan agar bisa tetap kreatif menghasilkan konten.

Ada banyak tools lain yang bisa Anda gunakan ketika melakukan content marketing. Namun, tools tersebut hanyalah alat, yang terpenting adalah bagaimana cara Anda memanfaatkannya.

Fokuslah kepada satu hal yaitu audiens. Berfikirlah seperti cara mereka berfikir. Bantu mereka selesaikan masalah, atau menjadi inspirasi.

Selamat mencoba,

Semoga beruntung.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *