makanan di jepang

10 Hari Backpacker: Makanan di Jepang – Part 3

Tulisan ini adalah lanjutan dari part sebelumnya. Di sini saya akan membahas tentang makanan yang bisa dimakan ketika di Jepang. Hampir semuanya murah, karena memang saya sendiri tidak terlalu mementingkan makanan ketika bepergian. Makan saya pun hanya 2x sehari.

Baca juga: Itinerary Backpacker ke Jepang

Seberapa mahal sekali makan di Jepang? Sebenarnya tidak terlalu mahal kalau kamu tahu tempat-tempat yang terkenal murah. Ya, walaupun tergolong mahal jika harus dibandingkan dengan perjalanan saya selama di Asia Tenggara.

Berikut ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan ketika mencari makanan di Jepang:

  1. Jangan tergoda vending machine

Ini adalah hal tersulit untuk dihindari ketika di Jepang. Kenapa? Ketika kita sudah berjalan kaki jauh, kemudian melihat vending machine dengan minumannya yang segar, kemungkinan tergoda sangat besar. Saya pun hanya bisa menahan godaan tersebut selama 4 hari pertama. Setelah itu terhitung 4/5 kali saya beli minuman di vending machine.

Untuk kisaran harga minuman itu 100 – 150 JPY atau sekitar 15 ribu – 20 ribu rupiah. Terkesan kecil memang. Tapi terus-terusan pun akan menguras kantong juga.

  1. Kurangi Street food

Ketika berkunjung ke tempat yang banyak street food kemungkinan untuk tergoda pun besar. Saya sekali tergoda ketika berkunjung ke Tsukiji Fish Market. Harganya 200 JPY, terlihat murah. Padahal ketika dirupiahkan menjadi 23 ribu rupiah untuk satu tusuk sate eel.

  1. Tau perkiraan dan anggarkan dengan tepat

Ketika menyusun itinerary, perkirakan budget untuk sekali makan. Selama 10 hari di Jepang, saya menganggarkan 2 juta rupiah. Ternyata sedikit over budget karena saya hedon hari terakhir di Tokyo. Kesukaan saya untuk makan murah ada Seven Eleven dan Yoshinoya.

Awalnya saya hampir makan di Seven Eleven terus. Dengan harga kisaran 300 – 500 JPY. (Harga berbeda jika dipanaskan) makan harus berdiri di depan Sevel. Namun, ketika saya berkunjung ke Yoshinoya, ternyata lebih enak. Kenapa? Karena di Yoshinoya dengan harga 450 JPY (menu andalan saya) sudah bisa makan dengan duduk dan mendapatkan minum gratis.

Bagaimana jika ingin makan sushi? Sushi di tengah kota, untuk satu piring sushi (isi 2) itu sekitar 200-300 JPY. Berbeda ketika saya makan di Hachioji, pinggir kota Tokyo, hanya seharga 100 JPY setiap piringnya. Kata teman saya sih termurah & enak di Tokyo.

Bagaimana dengan restoran? Saya sih tidak merekomendasikan, kecuali memang ingin mencoba. Harganya bisa 2 kali lipat dari makan di Yoshinoya. Saya makan di Ototo Restaurant di Shinjuku, menghabiskan 1000 JPY atau 130.000 rupiah. Memang sih, mendapatkan minum gratis dan porsi agak banyak. Tapi ya tetap saja kalau untuk backpacker tidak baik jika harus sering-sering.

  1. Cari hostel yang ada breakfast

Kalau punya uang lebih cara ini bisa dicoba. Meskipun hostel yang ada breakfast hampir 2x lipat dari hostel yang tidak ada breakfast.

Berikut rincian tabel saya makanan di Jepang selama 10 hari:

KotaJenis MakananHarga
Tokyo (hari 1)Seven eleven400 JPY
Ototo Restaurant970 JPY
Nikko (hari 2)Nikko Stasiun670 JPY
Pocari @Welcia90 JPY
Es krim + minum di Onsen270 JPY
Seven Eleven550 JPY
Seven eleven 728 JPY
Kamakura & Yokohama (hari 3, 4 & 5)Makan + Minum Sevel630 JPY
Seven Eleven400 JPY
Seven Eleven450 JPY
Seven Eleven500 JPY
Snack250 JPY
Tokyo (hari 6 & 7)Milk tea140 JPY
seven eleven400 JPY
Yoshinoya450 JPY
Supermarket near hostel400 JPY
Kawaguchiko (hari 8)Lawson Shinjuku Station600 JPY
Coffee Kawaguchiko sta250 JPY
Supermarket near hostel300 JPY
Tokyo (hari 9 & 10)Eel @Tsukiji200 JPY
Yoshinoya450 JPY
Sushi400 JPY
Hachioji Restaurant950 JPY
Seven eleven 600 JPY

Biaya Makanan di Jepang

TotalDalam RupiahKeterangan
11048 JPY1.450.00010 hari makan
TOTAL1.450.000
makanan di Jepang

Sate eel di Tsukiji seharga 200 JPY

makanan di jepang

Minuman favorit saya dari seven eleven.

makanan di jepang

Menu favorit saya ketika di Yoshinoya, seharga 450 JPY.

Top Tips:

Ketika beli di Seven Eleven, tidak perlu dipanaskan. Karena mayoritas hostel di Jepang pasti punya oven. Lumayan menghemat walaupun hanya beberapa JPY.

Kalau tidak punya uang, jangan beli tuna di Tsukiji. Tuna harganya kisaran 1000 – 2500 JPY di Tsukiji fish market.

Punya waktu lebih dan bisa bangun pagi? Berkunjung ke Tsukiji tuna auction. Datang setengah 4 pagi untuk menyaksikan lelang tuna di Tsukiji. Tips-nya bisa baca di sini.

Mau lebih hemat? Berkunjung ke Supermarket seperti Welcia. Untuk minuman bisa berbeda harga hingga 50 JPY lebih murah jika dibandingkan dengan Sevel.

Kehabisan air minum? Di Jepang kamu bisa langsung minum dari air kran loh. Bahkan, saya diberikan batu mineral oleh host saya di Fujisawa agar air minum-nya bisa memberikan mineral lebih. Tapi, saya sih sedikit ragu. Jadi saya membeli minum botol 1.5L seharga 180 JPY, bisa dipakai untuk 3-4 hari.

Jika tidak berani meminum langsung dari air kran, ada beberapa tap water kok. Biasanya ada di koen atau garden.

Banyak yang bilang, jika berkunjung ke Sevel jam 8 malam, akan dapat makanan dengan harga lebih murah. Saya sih belum pernah dapet karena berkunjung jam setengah 8. Kalau ingin mungkin bisa dicoba.

Jangan anggap kecil uang kembalian 1 JPY. Saya membawa pulang ke Indonesia 1 JPY hampir 30 keping karena pecahan 1 dan 5 JPY tidak bisa dipakai di mesin seperti ticket machine kereta. Padahal, uang kembalian 1 dan 5 hampir kita dapatkan setiap membeli makanan dan minuman di convenience store.


Kurang lebih beginilah itinerary makanan di Jepang selama 10 hari. Jika ada yang ingin ditanyakan terkait apa saja makanan yang recommended, tempat makan yang murah, ataupun lokasi makanan halal di kota-kota tersebut bisa tanyakan di kolom komentar ya, nanti sebisa mungkin saya jawab.

Kalo ada yang butuh versi excel dari data di atas, bisa tinggalkan e-mail juga ya nanti akan saya kirim lewat e-mail.

Untuk yang mau tau lebih lanjut mengenai itinerary part sebelum dan sesudah, bisa klik link di bawah ini ya.

PART 1 – Itinerary Backpacker ke Jepang

PART 2 – Transportasi di Jepang

PART 4 – Total Biaya & Menginap di Jepang

 

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.