profil linkedin

Cara Memperbaiki Profil LinkedIn Sebelum Memasuki Dunia Kerja

Banyak yang berharap mendapatkan pekerjaan dari LinkedIn. Membuat akun, kemudian membiarkannya sembari berharap mendapat kerja. Apakah cara tersebut merupakan cara terbaik?


Beberapa minggu yang lalu saya berbagi cerita dengan teman saya tentang dunia kerja. Ia berkata jika Ia mendapatkan kerja sekarang karena profil LinkedIn.

Saya tidak begitu kaget ketika mendengar hal tersebut. Namun, ketika membicarakan Ia yang masih kuliah, sama dengan saya, membuat saya bertanya-tanya bagaimana cara profil LinkedIn-nya bisa menyingkirkan lima ratus juta pengguna LinkedIn lainnya?

Kemudian saya kembali menelusuri profil LinkedIn saya yang jarang saya buka (Dulu saya buka mungkin sebulan dua kali) dan saya bandingkan dengan teman saya. Selanjutnya saya tambahkan profil Influencer di LinkedIn sebagai komparasi tambahan.

Hasilnya? Ternyata banyak hal yang berbeda.

Perbedaan begitu terlihat karena memang saya belum pernah berproses di LinkedIn dan jarang membukanya.

Proses tersebut lah yang sebenarnya bisa membuat profil Anda bisa stand out dibanding profil yang lainnya.

Lalu, bagaimana cara agar profil LinkedIn Anda siap memasuki dunia kerja? Bahkan mendapatkan kerja?

Bagaimana proses tersebut bisa Anda lalui agar profil LinkedIn Anda bisa mengalahkan ratusan ribu pengguna lainnya?

  1. Perbarui foto profil

Foto profil LinkedIn Anda bukanlah foto terbaru? Atau foto 2 tahun lalu?

Segera ambil foto terbaru Anda dan jadikan sebagai foto profil.

Kenapa foto profil penting? Karena foto profil menjadi first impression ketika orang-orang pertama kali melihat Anda.

Lalu, bagaimana sebenarnya foto profil yang baik?

Saya pernah mengulasnya di sini.

  1. Ganti cover profil

Teman saya memang belum mengganti cover profil-nya. Namun, banyak influencer di LinkedIn menggunakan cover profil sebagai “tempat” untuk menjual dirinya.

Ketika orang pertama kali melihat profil Anda, apa yang pertama dilihat? Halaman paling atas, termasuk cover profil.

Apakah orang tertarik untuk scrolling lebih jauh jika cover profil Anda biasa saja? Mungkin tidak.

Lalu, bagaimana kah sebenarnya cover profil dari banyak influencer di LinkedIn?

profil linkedin

Cover profil Influencer menjual dirinya

Mereka menjadikan cover profil sebagai bagian dalam dunia professional mereka.

Apakah Anda merupakan seorang inspirator dan pembicara yang handal? Tunjukan hal tersebut di cover profil Anda.

Apakah Anda sudah menghasilkan banyak buku dan memenangi banyak penghargaan serta pujian? Tunjukan di cover profil Anda.

Yang paling penting adalah, tunjukan diri terbaik Anda melalui cover profil karena itu menunjukan bahwa Anda orang yang kompeten untuk pekerjaan tersebut.

Namun, bagaimana jika Anda belum memiliki prestasi yang dapat dibanggakan? Jangan khawatir.

Anda bisa mem-branding diri Anda melalui cover profil.

Apakah Anda ingin mem-branding diri sebagai fotografer handal? Tunjukan hasilnya.

Ataukah Anda ingin mem-branding diri sebagai public relation officer yang handal? Tunjukan foto ter-formal Anda.

Yang terpenting Anda tetap pede dengan branding Anda, namun juga tidak berbohong.

  1. Sesuaikan headline

Headline termasuk dalam bagian first impression ketika mengunjungi profil Anda.

profil linkedin

Headline dari Influencer di LinkedIn

Mayoritas Influencer selalu mengisi headline dengan banyak posisi untuk menjual diri mereka.

Yang sering saya lihat, banyak teman-teman menggunakan “students at….” Sebagai headline.

Tidak salah, memang. Namun, apakah hal tersebut menjual? Tidak.

Apakah orang menilai Anda siap memasuki dunia kerja jika hanya mencantumkan hal tersebut? Mungkin juga tidak.

Lebih baik jika Anda memasukan pengalaman yang sudah pernah Anda alami.

Namun, jika memang belum berpengalaman lebih baik Anda menulis kesempatan yang Anda inginkan atau hal yang membuat Anda tertarik.

Misalnya saja, “I’m interested in media training.”

  1. Ringkas pengalaman dalam summary

Apa pengalaman yang sudah Anda raih? Apakah menjadi pembicara? Atau sering memecahkan masalah sosial?

Tulis semuanya di sini dan buat orang tertarik dan kagum.

Di sini lah personal branding Anda dalam LinkedIn berada.

Apa saja masalah yang sudah Anda pecahkan? Apa saja pengalaman yang sudah Anda alami? Dan dalam beberapa tahun ke depan apa yang ingin Anda lakukan?

Saya menemukan ringkasan summary yang bagus dari seorang influencer di LinkedIn.

profil linkedin

Summary dari influencer

Shama Hyder menjadikan dirinya sebagai orang ketiga, membingkai bahwa apa yang ditulis di situ adalah pendapat dari orang lain.

Shama juga dengan baik menulis berbagai achievement yang sudah didapat dengan runtut setiap paragrafnya.

Anda juga bisa. Tulis 100-300 kata, masukan berbagai achievement yang sudah Anda dapatkan. Jika tidak banyak, masukan juga bidang apa yang Anda tekuni. Pergunakan keyword yang sesuai dengan keahlian Anda.

  1. Personalisasikan URL

profil linkedin

URL Link dalam LinkedIn

Biasanya, ketika Anda baru pertama kali daftar ke LinkedIn, profil Anda akan seperti itu. Banyak nomor yang mengikuti nama Anda di link-nya.

Apakah link tersebut mudah diingat? Tidak.

Apakah link seperti itu ramah SEO? Tidak juga.

Untuk itu, Anda harus mengubah link dari profil Anda sesuai dengan nama dari profil yang Anda miliki.

Selain mudah diingat, hal tersebut juga bagus untuk keyword pencarian di Google.

  1. Tambahkan media dan proyek yang sudah dikerjakan.

Fitur ini yang jarang digunakan oleh kebanyakan orang.

Lalu, di manakah fitur ini berada?

profil linkedin

Penggunaan media dalam summary

Jika Anda berkunjung ke profil seseorang dan melihat hal di atas, itulah yang dinamakan media.

Anda bisa menambahkan portofolio Anda melalui fitur tersebut.

Hal tersebut tentu untuk meyakinkan orang-orang tentang apa yang Anda ceritakan di summary.

Lalu, apa saja yang bisa dijadikan sebagai rich media tersebut?

Apakah Anda pernah diliput oleh media? Apakah pernah ada video yang bercerita tentang Anda? Atau pernahkah Anda membuat suatu website? Hal-hal seperti itu bisa Anda masukan ke dalam media.

  1. Bagikan konten dan tetap aktif

profil linkedin

Activity dalam LinkedIn

40% pengguna LinkedIn aktif melihat LinkedIn setiap harinya.

Namun, yang terjadi masih banyak orang-orang yang hanya sekali meng-update LinkedIn kemudian berharap mendapat pekerjaan.

Apakah orang tersebut akan mendapat pekerjaan seperti yang diinginkan? Tentu saja tidak.

Anda harus menggunakan LinkedIn sebagaimana Anda menggunakan media sosial lainnya.

Anda harus aktif terhadap teman-teman di LinkedIn, mulai dari menyukai postingan, memberikan komentar, membagikan artikel, bahkan jika Anda mampu buat artikel Anda sendiri.

Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh CEO dari Hootsuite, Ryan Holmes, yang secara rutin membagikan konten tentang leadership

Apakah yang Ia lakukan membuat namanya semakin terkenal? Pasti.

Apakah hal tersebut juga menumbuhkan personal branding terhadap dirinya? Iya.

Apalagi, dengan sistem LinkedIn yang bisa muncul di timeline orang lain ketika temannya nge-like semakin memperluas jangkauan dari Ryan Holmes ketika artikel yang dibagikan memang sangat bermanfaat.

Oleh karena itu, buatlah konten yang bermanfaat yang membuat para pembaca dengan senang hati membagikan. Selain bisa membuat nama Anda dikenal, hal itu juga akan menumbuhkan personal branding sekaligus mengasah kemampuan menulis Anda.

  1. Berikan informasi detail dalam setiap pengalaman

Ketika saya berkunjung ke beberapa profil teman-teman, saya melihat bahwa masih banyak yang tidak peduli dengan informasi detail dari setiap pengalamannya.

profil linkedin

Detail information LinkedIn

Saya pernah bekerja di perusahaan ini sebagai ini. Hanya sebatas itu.

Apa yang Anda lakukan di sana? Apa saja yang sudah Anda capai selama di sana?

Dua pertanyaan tersebut lebih dibutuhkan oleh orang lain ketika ingin merekrut kerja.

Apakah Anda berhasil mengambil hikmah selama bekerja di sana? Ataukah Anda tergolong orang yang sukses selama di sana? Hal tersebut lah yang menjual diri Anda sebagai branding.

Pastikan bahwa informasi detail mulai dari pekerjaan, proyek, organisasi ataupun sekolah diisi dengan detail.

Jangan sampai ada yang terlewat.

  1. Minta rekomendasi

Jika semua tahap di atas sudah Anda lakukan, tahap terakhir adalah meminta rekomendasi ke teman-teman Anda.

Dengan data dua orang yang mendaftar di LinkedIn setiap detiknya, bagaimana cara Anda agar menang dari kompetitor lain?

Itulah gunanya rekomendasi.

profil linkedin

Rekomendasi dalam LinkedIn

Kebanyakan influencer telah memiliki rekomendasi tentang skill yang dimiliki. Seperti profil Neil Patel di gambar tersebut.

Lalu, bagaimana cara meminta rekomendasi? Baca panduan dari LinkedIn di sini.

Kenapa rekomendasi sangat berguna? Karena rekomendasi tersebut tidak hanya terlihat di profil Anda, namun juga terlihat di profil orang yang memberikan rekomendasi.

Dari rekomendasi tersebut juga orang-orang bisa mengerti skill apa yang sangat Anda kuasai.

Jika kesulitan, Anda bisa mulai memberikan rekomendasi ke orang-orang lebih dahulu, dengan harapan mereka akan memberikan sebaliknya.


Setelah membaca berbagai tips di atas, sekarang giliran Anda untuk mulai membenahi profil LinkedIn.

Mulai menggunakan LinkedIn secara rutin, agar profil LinkedIn Anda tetap hidup dan ramah dengan SEO untuk memudah pencarian.

Setelah menggunakan secara rutin, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke profil saya dan memberi rekomendasi kepada saya di sini. Cheers!

Semoga beruntung.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *