Cara membuat artikel

3 Cara Membuat Artikel yang Berkualitas dalam Blog

Semua orang bisa menulis. Namun apakah semua orang bisa menulis dengan baik? Belum tentu. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengasah kemampuan menulis dalam blog?


Banyak yang bilang, cara membuat artikel itu gampang, Tinggal tulis dan upload di blog.

Memang hal tersebut mudah dilakukan. Namun, apa yang membuatnya sulit?

Cara membuat artikel yang berkualitas hingga orang tertarik membacanya.

Itu baru sulit.

Kenapa sulit?

Yang terjadi sekarang, banyak sekali orang sudah membuat artikel panjang dan sangat detail..

Namun sedikit yang membaca. Tidak ada yang berkunjung ke blog-nya.

Padahal dia sudah mengikuti petunjuk SEO sedemikian rupa.

Masalah terjadi.

Ya kalo begitu, tidak perlu buat tulisan, dong.

Eits, pikir lagi.

Jika Anda ingin belajar content marketing, ada baiknya Anda mulai menekuni dunia ini.

Content Marketing Institute membuat rincian kenapa membuat artikel di blog menjadi sangat penting.

Cara membuat artikel

Blog masih menjadi content marketing favorit bagi B2B.

Sudah mengerti kenapa membuat artikel itu penting?

Lalu, bagaimana solusi terbaik jika Anda sudah mengikuti segala hal yang saya bagikan namun tetap belum memiliki artikel berkualitas?

Sewa orang seperti yang banyak perusahaan lakukan.

Cara membuat artikel

Ketika harus mempekerjakan orang, perusahaan lebih memilih orang yang bisa menulis.

Apakah satu orang saja sanggup menghasilkan artikel berkualitas setiap hari? Tidak mungkin.

Itulah kenapa situs bola seperti Pandit Football selalu membuka kesempatan untuk orang-orang luar mengirimkan artikel.

Itulah kenapa jasa content writing selalu memiliki banyak tenaga kerja yang bergantian menghasilkan artikel yang berkualitas.

Namun, bagaimana jika Anda tetap ingin belajar? Ya siapa tau bisa jadi penghasilan tambahan.

Untuk itulah saya membuat artikel ini.

Untuk Anda belajar membuat artikel yang berkualitas, termasuk menuntun Anda untuk menulis dengan baik dan benar.

Inilah cara untuk melakukannya.

  1. Mengerti apa yang menurut audiens keren

Sebelum memulai tahap ini, Anda harus membuat beberapa tulisan dulu.

Karenanya, jangan takut untuk mulai menulis.

Setelah membuat tulisan artikel apa yang harus dilakukan?

Pergunakan berbagai tools di internet untuk mengerti apa yang audiens Anda inginkan.

Sebenarnya, penggunaan tools ini hampir sama dengan penggunaan untuk SEO..

Namun, lupakan SEO karena cara ini digunakan untuk audiens Anda.

Bukan robot seperti cara kerja SEO.

  • Buka situs Alexa untuk mengerti demografi audiens.

Masukan link blog/web Anda di kolom “Enter a Website”.

Setelah memasukan web Anda akan muncul banyak keterangan.

Bagi orang awam, jangan bingung. Saya akan menjelaskan satu-persatu.

Cara membuat artikel

Mengerti ranking sebuah website

Saya menggunakan Tirto sebagai contoh.

Penggunaan Tirto saya rasa cukup bagus karena akhir-akhir ini web ini sedang naik daun.

Buktinya saja, dari grafik terlihat peningkatan tajam.

Menurut global rank, Tirto berada di ranking 5.116.

Cukup bagus untuk website lokal.

Bahkan, di Indonesia Tirto masuk ke jajaran top 100 dengan berada di ranking 97.

Peringkat hanya sebatas overview. Lanjut ke detail bawahnya.

Cara membuat artikel

Memahami Engagement rate

Apa itu bounce rate, Daily pageview per visitor dan Daily time on site?

Bounce rate: Itu berarti jumlah pengunjung (dalam persentase) yang langsung keluar setelah membuka laman. Jadi orang tersebut tidak membaca konten.

Daily pageview per visitor: Jumlah visitor yang berkunjung ke website dalam satu hari.

Daily time on site: Rata-rata waktu yang dihabiskan pengunjung di website.

Jika menganalisis Tirto, Tirto memiliki bounce rate yang tinggi, sampai angka 66%.

Bisa jadi, orang hanya tertarik dengan judul-nya. Setelah membuka website, dia langsung menutupnya kembali tanpa membaca lama.

Tirto juga memiliki daily pageview per visitor yang cukup tinggi.

Itu artinya, pengunjung Tirto bisa dua kali sehari berkunjung ke website. Itu berarti, Tirto memiliki intensitas tulisan yang cukup banyak.

Rata-rata pengunjung Tirto berkunjung selama 5 menit.

Itu berarti, artikel Tirto berisi analisis yang membuat audiens tertarik untuk membacanya.

Di bawah ketiga detail tersebut, ada data tentang dari mana audiens berasal.

Keyword yang paling sering digunakan adalah “Ira Koesno”

Berarti, banyak orang yang berkunjung ke Tirto setelah mencari informasi tentang Ira Koesno di Google.

Cara membuat artikel

Melihat kompetitor.

Di tab ini, Alexa juga menampilkan data kompetitor dengan konten serupa. Ini akan berguna untuk menganalisis kompetitor nanti.

Cara membuat artikel

Analisis demografi audiens.

Inilah tab paling penting ketika melihat Alexa.

Dari sini Anda bisa memahami audiens Anda secara khusus.

Apakah audiens Anda mayoritas laki-laki atau perempuan?

Jika laki-laki, buat konten yang laki-laki senangi. Misalnya saja tips bangun tidur di pagi hari.

Apakah audiens Anda mayoritas berkuliah?

Jika iya, tidak masalah pergunakan kata-kata yang berat seperti “komodifikasi” ataupun “gratifikasi”.

Apakah audiens Anda mengakses web Anda dari kantor?

Jika iya, buat artikel yang menarik di awal, karena orang kantoran biasanya tidak memiliki waktu yang banyak untuk mengakses berita. Sehingga tingkat bounce rate cenderung tinggi.

  • Google Analytics untuk mengerti konten terfavorit

Apakah Alexa saja sudah cukup?

Tidak, Alexa barulah dasarnya.

Untuk memahami audiens lebih lanjut, pergunakan Google Analytics.

Setelah masuk ke laman google analytics, Buka tab Behavior>Site Content>All Pages

Cara membuat artikel

Tata cara membuka popular page dalam analytics.

Setelah membukanya, Anda akan melihat data seperti di bawah ini.

Cara membuat artikel

Data dalam Google Analytics.

Pada analytics, saya akan menggunakan data dari website saya. Karena Google Analytics hanya bisa dibuka oleh pemilik website.

Beberapa detail di tab ini merupakan pintu masuk menuju pembuatan konten.

Yang terpenting adalah, Anda menganalisis konten yang disenangi oleh audiens Anda, kemudian buat konten yang serupa.

Ini adalah ringkasan dari google analytics.

  • % exit: Persentase yang menjadikan laman tersebut terakhir sebelum keluar website?
  • Bounce rate: jumlah pengunjung yang langsung keluar setelah berkunjung
  • Entrances: Apakah laman tersebut halaman pertama yang audiens Anda kunjungi?
  • Time on Page: Jumlah waktu yang dihabiskan ketika membaca konten Anda.
  • Unique Pageviews: Jumlah pengunjung yang berbeda yang berkunjung ke laman Anda.
  • Pageviews: Jumlah pengunjung yang datang ke laman web Anda.

 

  • Buzzsumo untuk mengetahui apa yang audiens Anda senangi

Berkunjung ke Buzzsumo untuk melihat jumlah share dari setiap artikel.

Cara membuat artikel

Tampilan dalam Buzzsumo.

Setelah berkunjung dan memasukan website, Anda akan melihat halaman seperti itu.

Saya menggunakan Seword sebagai acuan.

Itulah jumlah share dari artikel di Seword, mulai dari yang favorit hingga tidak.

Lalu, setelah mengerti konten terfavorit, apa yang bisa dilakukan?

  • Lihat judul

Konten terfavorit di Seword berjudul “Sungguh Mengerikan, Jika Ahok Gagal Jadi Gubernur, Bisa Jadi Ketua KPK.”

Penggunaan kata “Sungguh mengerikan” yang tergolong hiperbola merupakan kunci di sini.

Terbukti, penggunaan kata-kata hiperbola banyak menjadi trending di Seword.

Cara membuat artikel

Judul dengan hiperbola menjadi trending.

Setelah memahami hal tersebut, sebaiknya Seword selalu menggunakan kata hiperbola di judul.

Begitupun Anda.

  • Lihat topik

Dari banyaknya topik yang dibahas oleh Seword, topik apa yang menjadi favorit audiens dari data di awal tadi?

Politik.

Hal tersebut membuat Seword memaksimalkan konten yang bertopik politik dan membuat topik selain politik sebagai pendukung.

  • Jumlah kata

Berapa kata yang ideal dalam sebuah artikel?

Apakah artikel yang panjang itu baik karena bisa meningkatkan avg. time?

Tidak juga.

Seword, di

artikel yang berjudul “Sungguh Mengerikan, Jika Ahok Gagal Jadi Gubernur, Bisa Jadi Ketua KPK” hanya memiliki 500-an kata.

Cara membuat artikel

Jumlah kata dalam Seword.

Berarti, audiens dari Seword lebih menyenangi kata-kata yang sedikit, namun mengedepankan judul untuk menarik pelanggan.

Untuk mengecek jumlah artikel dengan mudah, kunjungi Wordcounter.

  1. Tiru kompetitor

Setelah memahami apa yang audiens inginkan, apa langkah selanjutnya?

Tiru kompetitor.

Ketika Anda bayi, apa yang pertama Anda lakukan? Meniru orang tua Anda berbicara, kan?

Begitulah website kita.

Ada baiknya agar perkembangan lebih cepat, kita harus mengikuti apa yang kompetitor lakukan.

Bagaimana mencari kompetitor?

Pergunakan Alexa seperti yang sudah saya jelaskan di atas.

Cara membuat artikel

Kompetitor dari Panduanim.

Saya menggunakan contoh website PanduanIM.com sebagai riset.

Dari gambar di atas, competitor terbesar dari PanduanIM adalah web Sugeng.id

Setelah mengetahui kompetitor, apa yang harus dilakukan?

Berkunjung kembali ke Buzzsumo.com dan pahami kenapa Sugeng.id bisa menjadi kompetitor terbaik.

Cara membuat artikel

Buzzsumo dari Sugeng.Id

Setelah itu, klik backlink.

Backlink biasa digunakan oleh sebuah website untuk dengan cepat menaikan ranking.

Penggunaan backlink hanya dengan cara memberikan link website kita di web orang lain.

Pembahasan lebih lanjut tentang backlink akan saya jelaskan lain waktu.

Cara membuat artikel

Backlink dari Sugeng.id

Setelah itu, ada 3 hal kunci yang harus diperhatikan.

Domain Links: merupakan backlink yang berasal dari website sendiri.

External links: merupakan backlink dari situs luar.

Most shared link: Ketika artikel Anda di-backlink oleh artikel lain. Dalam contoh di atas, top artikel di seword di repost dan di backlink ke Seword. Hal tersebut mengangkat laman Seword menjadi top page karena satu backlink dari situs yang sudah stabil.

Selain memahami backlink dari kompetitor Anda, analisis konten mereka.

Apa topik yang mereka angkat?

Apa judul yang mereka gunakan?

Seberapa banyak kata di artikel tersebut?

Seberapa banyak gambar di artikel tersebut?

Beberapa pertanyaan tersebut bisa Anda jadikan acuan dan contoh untuk website Anda.

Jika kompetitor sangat sukses meraih audiens, tidak ada salahnya untuk mengikuti jejak mereka.

  1. Buatlah formula sejak awal

Apa itu formula?

Formula adalah struktur dari semua artikel yang Anda pakai.

Contohnya saja formula dari website saya.

  • Topik:
    • Relevan dengan tema besar dari website yaitu branding dan digital marketing
    • Menyelesaikan masalah pembaca
    • Dibuat secara runtut untuk orang awam
    • Selalu mempertanyakan masalah
  • Ketentuan:
    • Minimal 500 kata
    • Penggunaan kata Saya dan Anda
    • Minimal 5 gambar
    • Tidak ada clip art
    • Selalu ditutup dengan kesimpulan

Kurang lebih seperti itu formula dari web saya.

Keberadaan formula setidaknya bisa menetapkan standar dari berbagai artikel di web Anda.


Memahami tiga cara membuat artikel tersebut butuh waktu dan proses.

Selalu ingat, jangan pernah ragu untuk menulis, karena semua cara di atas tetap harus dimulai dengan menulis.

Selamat mencoba.

Silahkan komentar di sini link ke website Anda, agar bisa saling meramaikan 😀

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 2 Comments
  1. terima kasih telah berbagi informasi Mas, betah sekali membaca tulisan-tulisan disini, saya merasa bertambah wawasan semoga yang mengeleloa blog ini selalu di berikan kesehatan..

  2. I’m so happy to read this. This is the kind of manual that needs to be given and not the accidental misinformation that is at the other blogs. Appreciate your sharing this best doc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *