Pilkada DKI 2017

Mempelajari Branding Setiap Pasangan Calon di Pilkada DKI 2017

Branding merupakan suatu yang vital dalam berkampanye. Bagaimana seorang figur membentuk persepsi rakyat terhadap dirinya? Terutama dalam Pilkada DKI?


Setelah kemarin tuntas membahas hal-hal yang bisa dipelajari dari kampanye mereka. Kali ini saya akan menganalisis bagaimana branding setiap pasangan calon, yang mungkin saja bisa Anda jadikan inspirasi.

Baca juga: Kampanye via Instagram yang bisa dipelajari dari Pilkada DKI 2017

Menurut Arcas, Kunci utama dari branding adalah repetisi dan konsistensi.

Bagaimana seorang figur harus mengirimkan pesan yang sama untuk membentuk persepsi publik terhadap branding dirinya.

Selain itu, figur tersebut harus menjual dan membuat semua audiens yang ada “membeli” dirinya pada saat pemilu.

Mungkin Anda masih ingat kampanye Obama pada tahun 2008 yang mem-branding bahwa dirinya merupakan “Hope” dan “Change We Can Believe In”. Banyak pihak yang bilang itu merupakan kampanye terbaik sepanjang masa.

Obama sebagai inspirasi Pilkada DKI.

Obama saat kampanye tahun 2008 mempopulerkan branding melalui media sosial.

Jika masa Obama dianggap terlalu jauh, bisa tengok ke Pilkada AS yang baru saja berlangsung. Trump dengan “Make America Great Again” berhasil membuat Trump memenangkan Pilkada AS yang ketat itu.

Namun, Branding tidak hanya tentang slogan. Ada banyak hal lain yang menuntut kreativitas tim sukses pasangan calon untuk mem-branding dirinya.

Lalu, bagaimana setiap pasangan calon mem-branding dirinya? Terutama dalam Pilkada DKI 2017?

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *