backpacking ke Singapura

Backpacking ke Singapura: Tidur di Bandara hingga Tur Keliling Kota Gratis

Saya memulai perjalanan keliling Asia Tenggara selama 13 hari dari Singapura. Ini kali kedua saya backpacking ke Singapura setelah 7 tahun silam. Perjalanan yang sedikit menguras kantong namun bisa diakali dengan berbagai hal. Bagaimana caranya?


Perjalanan saya keliling Asia Tenggara selama 13 hari dimulai dari Singapura. Negara yang banyak jadi destinasi traveler Indonesia saat pertama kali ke luar negeri karena aman, memiliki banyak wisata indah, dan harga tiket pesawat yang relatif lebih terjangkau. Negara yang juga menurut traveler Indonesia merupakan negara mahal karena kurs yang digunakan Singapore Dollar. (kurang lebih senilai 10 ribu rupiah)

Saya backpacking ke Singapura selama dua hari. Hari pertama saya habiskan di hari pertama perjalanan, dan hari kedua saya habiskan di hari terakhir perjalanan (Transit 24 jam dari Vietnam-Jakarta). Selama dua hari tersebut saya menemukan beberapa hal menarik mulai dari tur keliling Singapura gratis, hingga asiknya berjalan kaki di negeri ini.

TOP TIPS:

Pastikan selama di sana kamu harus tahu peraturan dasar yang tidak biasa dilakukan di Indonesia. Pertama, saat menunggu MRT jangan berada tepat di pintu keluar dan biarkan orang keluar lewat lebih dulu. Kedua, kalo tidak bergegas di eskalator, berdiri di sisi kiri karena sisi kanan dipake sama orang yang bergegas. Ketiga, menyeberang jalanlah di marka jalan dan tunggu lampu hijau (Meskipun kenyataannya di Little India banyak warga lokal yang menyeberang sembarangan, tetap patuhilah peraturan tersebut sebagai upaya mendisiplinkan diri)

BAGAIMANA CARA KE SANA

Saya menggunakan pesawat FlyScoot dari Jakarta seharga 390 ribu rupiah tanpa bagasi. Sebagai backpacker kamu harus menghindari bawa ransel besar agar bisa dibawa ke cabin dan gak perlu nambah bagasi. Kalo misal kamu penerbangan gak make bagasi tapi ransel terpaksa masuk bagasi, biaya tambahan untuk bagasi bisa besar banget sampe 300 ribuan.

Untuk itu, kamu harus paham batas tas yang boleh kamu bawa dan beratnya. Kalo FlyScoot maksimal hanya boleh bawa dua tas ke kabin, satu tas besar maksimal 7kg dan satu lagi tas kecil maksimal 3 kg. Meskipun pada kenyataannya kemarin di Soetta dan Vietnam tas saya lebih beberapa gram (gak sampe 1 kg) gak terlalu dipermasalahkan. (Itu FlyScoot, kurang tahu kalo maskapai lainnya. Tapi mayoritas maskapai mengijinkan penumpang membawa barang ke cabin maksimal 10 kg.)

Sebenernya ada cara lain kalo misal kalian mau lebih murah, yaitu dengan pesawat ke Batam dan menyeberang ke Singapura dengan kapal. Tapi sepertinya cara itu gak efektif karena perjalanan bakal lebih ribet dan selisih uang yang dikeluarkan rentangnya gak jauh banget. Apalagi kalo misal kalian gak bisa nawar harga taxi waktu di Batam.

Cara lain misal kalian bukan dari Indonesia, tapi dari Malaysia, itu bisa naik bus. Saya pribadi selalu senang naik bus antar Negara karena selain murah, bisa ngerasain border darat antar Negara yang kadang aneh-aneh. Bahkan, dengan naik bus juga kalian bisa nemu banyak traveler lain selama perjalanan dan bisa sharing pengalaman yang menurut saya selalu asik.

TOP TIPS:

Ada peraturan baku untuk cairan yang mau kamu bawa ke dalam cabin (misal sabun, sampo dsb). Batas maksimalnya adalah 100 ml dalam satu botol dan semua harus dimasukan dalam satu tas terpisah. Keterangan lebih lengkap bisa baca di sini. Itu penting karena banyak traveler yang gak tau aturan ini dan sabunnya harus disita. Selain itu juga harus keluar biaya lagi buat beli di negeri orang.

Tripod boleh dibawa ke cabin gak sih? Pertanyaan bagus karena sebelum saya berangkat, saya juga bingung. Bahkan, beberapa info yang beredar di Internet masih simpang siur. Akhirnya, saya bawa tripod dan gak papa, asalkan tripod kalian gak ngelebihin dimensi maksimal dari cabin dan harus ditaro luar. (bisa disamping tas, gak boleh masukin dalem tas)

BERMALAM DI MANA

Mencari penginapan murah di Singapura adalah tantangan sulit. Karena mayoritas penginapan untuk semalam harganya berkisar 150 ribuan. Itupun bisa dapetnya di daerah Little India yang terkenal semrawut. Ada satu cara murah, bahkan gratis, yaitu tidur di Bandara Changi. Bagaimana caranya?

backpacking ke Singapura

Tempat favorit para backpacker untuk tidur.

Pesawat saya sampai di Bandara Changi pukul 22.20. Sesampainya di terminal dua, saya sedikit takjub karena ada taman di tengah ruang transit. Tapi, yang lebih menarik perhatian saya adalah wifi gratis yang disediakan secara gratis cukup dengan tunjukan paspor di mesin dan kamu akan dapet akses wifi selama 3 jam. Kalo misal gak mau ribet, kamu bisa dateng langsung ke pusat informasi dan bilang aja mau akses wifi.

Backpacking ke Singapura

Tempat registrasi free wifi di Changi

Sebenernya, malam itu saya mau tidur di asrama temen di NUS. Cuman ya wifi-an dulu sekaligus ngasih kabar kalo udah sampe di Changi. Jam 11 tepat abis menikmati wifi gratis yang cepet itu, saya segera turun untuk ke imigrasi. Tenang, imigrasi Singapura gak menakutkan kok. Bahkan, pegawainya pada ramah-ramah. Yang harus diperhatiin adalah kalian harus ngisi kartu embarkasi yang dikasih sama petugas waktu di pesawat. Kalo misal kalian belom dapet, bisa ambil kartunya tepat di kiri sebelum masuk imigrasi. Setelah itu, kalian bisa langsung antri. Imigrasi di Singapura juga lumayan cepet kok, bahkan gak sampe 3 menit untuk satu orang.

Setelah melewati imigrasi, saya langsung ke stasiun MRT. Perjalanan ke stasiun lumayan deket kok cuman 3-5 menit. Setelah keluar imigrasi, kalian belok kanan dan terus aja. Nanti ada eskalator turun ke bawah buat ke stasiun MRT. Saya sampai di stasiun MRT, dan ternyata kereta terakhir untuk ke kota itu jam 11 malem. Duh, apes. Padahal saya udah beli tiketnya di mesin, tapi tiket harus hangus. 2.5 dollar terbuang sia-sia. Apes lagi.

Sebenernya bisa ke kota make taksi, harganya 20an dolar. Tapi daripada sampe di kota cuman berakhir di satu tempat karena duit ludes, ya sudah terpaksa tidur di bandara. Niat saya balik lagi ke tempat transit tadi karena banyak orang yang tidur di situ. Selain itu juga di tempat transit lebih aman karena orang luar gak bisa masuk. Eh terus baru nyadar kalo gak bisa masuk lagi karena udah keluar imigrasi. Terpaksa saya harus tidur di luar. Apes lagi.

Ternyata ada juga beberapa orang yang tidur di luar. Kebanyakan dari mereka sih karena dapet flight pagi tapi gak bisa check-in karena batas check-in paling cepet yaitu dua jam sebelum keberangkatan.

Di hari kedua, saya transit di Singapura selama 24 jam. Selain wifi yang bisa dipake terus menerus, ada banyak fasilitas di Changi. Yang paling saya suka adalah bioskop, taman, dan Free Singapore Tour. Bioskop ada di lantai 3 terminal dua. Film yang ditayangkan juga baru-baru kok, ada Wonder Woman, sama beberapa film lain yang tayang 24 jam. Taman di ruang transit lantai dua itu ada dua dan lantai 3 ada satu. Lumayan sejuk, apalagi abis tidur dan paginya langsung ke taman itu.

Tapi yang paling saya salut dari Changi adalah fasilitas Free Singapore Tour. Iya, Gratis! Gak salah kalo Changi pernah menjadi bandara terbaik di dunia karena emang fasilitasnya bukan main. Ada dua opsi kalo mau ikut tur, pertama tur wisata atau budaya. Lebih lanjut bisa baca di sini. Fasilitas ini kebanyakan orang tau pas baru sampe Changi, itu pun gak banyak yang tau. Karena emang booth-nya itu kecil dan ada di belakang pusat informasi. Dari kedua tur yang ditawarkan kalian cuman bisa milih salah satu.

backpacking ke singapura

Loket dari Free Singapore Tour

Pilihan saya pun jatuh ke tur wisata, karena emang saya seneng menikmati pemandangan malam. Apalagi pemandangan malam dari Merlion. Apik! Tapi, sebelum tur ada syaratnya. Kalian gak boleh membawa tas ransel besar. Terus gimana? Changi juga menyediakan servis titip tas. Ada beragam pilihan, lebih lengkap bisa lihat di sini. Tempat titip tas tersebut ada di lantai yang sama dengan booth dari Free Singapore Tour kok, cuman 3 menit jalan sampai. Saya kemarin make servis yang di bawah 10 kg dan nitip 12 jam. Jadi, cuman perlu bayar 4.25 SG$.

backpacking ke Singapura

Patung Merlion malam hari

backpacking ke Singapura

Gardens by the bay di malam hari saat Free Singapore Tour

Satu hal lagi yang harus diperhatikan. Jadwal keberangkatan itu satu jam sebelum jadwal yang tertera karena harus mengurus imigrasi dan transportasi ke kota. Saya mengambil jadwal yang 19.30 dan berangkat pukul 18.30. Emang sih, petugasnya udah bilang suruh stand by pukul 18.00, tapi saya waktu itu agak ngeyel mau pergi bentar. Eh pas dibilang berangkat 18.30 berangkat diem deh.

TOP TIPS:

Jika kalian ingin tidur di hostel, sebaiknya cari di daerah Kallang, Lavender, atau Little India. Karena ketiga daerah tersebut banyak hostel yang terjangkau. Selain itu juga deket dengan stasiun MRT jadi kalo mau kemana-mana deket. Banyak juga kuliner murah, terutama di Little India yang seharga 2-3 SG$.

Sebelum imigrasi, kalian bisa ambil peta Singapura secara gratis.

Kalian tetep bisa tidur di Changi walaupun gak transit. Yang penting adalah jangan keluar imigrasi dulu. Karena saya juga ketemu dengan traveler Indonesia yang tidur di tempat transit, lebih nyaman dan enak daripada di luar, meskipun mereka bukan transit. Cuman ya resikonya adalah terkadang ada petugas yang usil ngecekin tiket orang-orang yang tidur. Tapi waktu kemarin saya tidur di tempat transit gak ada yang ngecekin kok.


Karena terlalu panjang, lanjutannya ada di halaman selanjutnya ya. Saya akan membahas tentang transportasi dalam kota, apa yang bisa dilakukan di Singapura, dan cara menuju Malaysia dari Singapura.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 6 Comments
  1. […] postingan Backpacking ke Singapura, saya sudah menulis bagaimana transportasi darat dari Singapura ke Kuala Lumpur. Di postingan kali […]

  2. Bara Anggara says:

    Boleh juga tips2nya…

    Itu imigrasi nya ramah?? Kok banyak yg bilang katanya galak2 yaa??

    -Traveler Paruh Waktu

  3. […] Menenangkan Nov, 18, 2017 Backpacking ke Malaysia: Bahaya Ketiduran dan Takut Ketinggian Nov, 13, 2017 Backpacking ke Singapura: Tidur di Bandara hingga Tur Keliling Kota Gratis Nov, 12, 2017 13 Hari Keliling Asia Tenggara: Penginapan – Itinerary Part 4 Nov, 12, […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *