backpacking ke malaysia

Backpacking ke Malaysia: Bahaya Ketiduran dan Takut Ketinggian

Di postingan Backpacking ke Singapura, saya sudah menulis bagaimana transportasi darat dari Singapura ke Kuala Lumpur. Di postingan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya selama di Kuala Lumpur, serta beberapa informasi yang akan berguna kalo kamu mau ke Kuala Lumpur dalam waktu dekat. Selain itu juga akan saya kasih tau transportasi untuk menuju Thailand. Selamat membaca!


Malaysia sebenarnya Negara yang asik untuk dikunjungi, terutama ada beberapa kota selain Kuala Lumpur yang memiliki banyak destinasi wisata. Misalnya Johor Bahru dengan Disneyland-nya, Melaka dengan kota tua, ataupun Kinabalu dengan gunungnya.

Tapi, kemarin perjalanan saya di Malaysia hanya satu hari di Kuala Lumpur. Alasannya sih lebih karna alasan pribadi, saya tidak ingin berlama-lama di Malaysia karena budaya dan kultur hampir mirip dengan Indonesia. Tapi jika kalian punya banyak waktu luang di Malaysia, eksplorasi daerah sekitar Kuala Lumpur! Apalagi transportasi udah lumayan mudah. (KTM Malaysia bisa menjangkau sampai Shah Alam, 1 jam dari KL jika naik mobil. Bus juga banyak pilihan untuk ke kota lainnya)

Saya menuju Kuala Lumpur dari Terminal Larkin di Johor Bahru. Bus berangkat jam setengah 12 malam. Kalo kalian mengambil jam yang sama, harus menjadi perhatian kapan busnya sampai di Kuala Lumpur. Karena pengalaman saya kemarin, saya ketiduran di bus dan busnya tiba-tiba udah sampai di Shah Alam. Duh, apes.

backpacking ke malaysia

Terminal di Shah Alam ada beberapa tujuan dan hanya satu konter yg melayani ke KL.

Karena ternyata perjalanan ke Kuala Lumpur itu hanya 4-5 jam (saya pikir 6 jam), dan tidak ada pemberitahuan ke orang-orang yang sedang tidur. Jadi, saya bangun saat bus udah sampe di Shah Alam. (1 jam perjalanan ke Kuala Lumpur)

backpacking ke malaysia

TBS tampak luar. Kiri itu terminal bus, kanan stasiun kereta.

Darimanapun kamu, pemberhentian bus di Kuala Lumpur itu ada di TBS. Jangan khawatir, karena TBS bukan hanya pemberhentian bus, tapi juga pas di seberangnya ada komuter untuk ke KL Sentral dan tempat lainnya. Jadi, ibaratnya TBS itu terminal pusat untuk bus, dan KL Sentral itu pusat stasiun untuk MRT dan Komuter.

backpacking ke malaysia

TBS tampak dalam, lumayan mewah. Lebih bagus dari KL Sentral karena baru berdiri.

backpacking ke malaysia

Loket di TBS yang langsung melayani banyak bus, pembelian bukan berdasar loket bus tapi dari sini.

Waktu itu, rencana saya di TBS saya mau beli tiket untuk ke Hatyai berangkat malemnya, terus ke KL Sentral untuk mandi dan nitip tas di loker. Karena dari beberapa review, banyak orang yang mandi di KL Sentral karena menyediakan kamar mandi. Tapi, jangan percaya! Karena rencana saya gagal total di KL Sentral karena ternyata kamar mandi untuk cowok udah gak ada lagi (Untuk cewek sih masih ada, jadi aman) dan harga loker di KL Sentral yang lumayan mahal. Harga loker 50 RM untuk tas yang besar, dan 20 RM untuk loker yang kecil. Harga yang mahal untuk saya yang udah keluar uang bus dari Shah Alam.

backpacking ke malaysia

ini loket kecil dan besar seharga 10 RM dan 50 RM.

backpacking ke malaysia

Ini loket tas yang medium seharga 20 RM.

Ya, walaupun perjalanan gak sepenuhnya sia-sia karena emang rencananya mau langsung naik KTM ke Batu Caves. (Padahal bisa langsung naik KTM dari TBS-Batu Caves, tanpa perlu ke KL Sentral)

TOP TIPS:

Kalo mau beli tiket KTM ke Batu Caves, mending beli langsung di loket, jangan di mesin. Kenapa? Karena mesin hanya menerima pembayaran dengan koin RM dengan harga 3 RM sekali jalan. Kalo misal beli di loket, bisa langsung beli tiket PP dengan harga yang lebih murah (5 RM PP KL Sentral-Batu Caves)

Mencari Wifi di KL Sentral? Ada kok, cuman agak lambat dan ribet. Kalo mau, bisa langsung ke Food Court di mall sebelah KL Sentral (lupa namanya). Lumayan, bisa wifi-an sekalian makan pagi. Waktu itu saya habis 8 RM untuk makan dan minum. (nasi lemak)

Kalo kalian mau sewa loker, harus diperhatiin jangan ada barang yang ketinggalan. Karena loker-nya cuman bisa untuk sekali pakai. Jadi kalo udah dibuka dan mau make lagi, harus sewa lagi.

KE MANA DI KUALA LUMPUR

Perjalanan ke Batu Caves dari KL Sentral lumayan jauh, kurang lebih 45 menit perjalanan karena emang Batu Caves stasiun KTM terakhir. Kalo naik KTM, nama stasiunnya juga Batu Caves kok, jadi gak perlu khawatir nyasar. Tapi, karena emang stasiun terakhir juga, jadi jarak antar KTM bisa setiap setengah jam lebih. Jadi, kalo misal ada KTM yang agak penuh, mending naik aja daripada nunggu lebih lama.

Masuk ke Batu Caves itu gak bayar, cuman perlu bayar biaya KTM sebesar 5 RM tadi. Di Batu Caves juga ada banyak tempat wisatanya kok, ada patung hanoman, danau, taman monyet. Tapi yang paling terkenal ya patung besar dan ribuan anak tangganya.

backpacking ke malaysia

Batu Caves dengan patung yang terkenal dan seribu anak tangga

Terus mendingan naik apa enggak? Kalo saran saya sih naik. Masa udah jauh-jauh gamau naik tangganya? Selain itu worth it juga sih, karena di atas jadi masuk ke goa gitu dan kalo lagi terang ada seperti cahaya ilahi dari atas gitu haha. Tapi yang perlu diperhatikan adalah turunnya. Terutama yang takut ketinggian kayak saya.

backpacking ke malaysia

Goa di Batu Caves emang dari lama udah ada konstruksi.

Kemarin waktu saya di Batu Caves, kondisi abis ujan deres dan masih gerimis dikit gitu kan. Pede lah saya naik ke atas. Eh waktu turun, langsung ngeliat ke bawah gemeteran karena emang tinggi banget dan agak curam. Pikiran negatif pun berdatangan, apalagi licin. Jadilah setiap anak tangga yang saya turuni saya cuman liat kaki saya dan gemeteran banget, gak berani buat liat ke lantai paling bawah. Masih untung ada tembok yang bisa dijadiin buat pegangan.

backpacking ke malaysia

Batu Caves dari atas, Mengerikan!

Setelah Batu Caves pun harus balik ke KL Sentral karena emang beli tiketnya PP. Sebenernya sesampainya di KL Sentral masih bisa keliling sekitar KL, ke Masjid Jamek, Chinatown, National Museum, atau Lapangan Merdeka. Tapi karena kemarin pas ada hujan deras, jadi saya nungguin di KL Sentral sampe malem dan baru bisa pergi ke Petronas Twin Tower.

Untuk menuju ke Petronas dari KL Sentral, bisa naik KRL ke KLCC. Jadi, KLCC itu adalah mall yang ada tepat di bawah Twin Tower. Jadi, sesampainya di stasiun, langsung naik, langsung keliatan tuh twin tower yang megah. Kalian bisa masuk lewat KLCC, atau lewat sampingnya KLCC kalo mau ke belakang, melihat Twin Tower malam hari di spot yang bagus.

backpacking ke malaysia

Twin Tower. Menuju ke sini dari stasiun KLCC bisa masuk lewat mall KLCC.

Untuk harga KRL, itu kisaran 2-2.5 RM kok. Jadi gak terlalu mahal. Apalagi kebanyakan tempat wisata di Malaysia itu kayak di Singapura, terbuka untuk umum jadi gratis. Kecuali museum ya pastinya. Setelah dari Twin Tower, saya balik ke KL Sentral untuk melanjutkan perjalanan ke TBS, karena memang gaada kereta langsung dari Twin Tower-TBS.

TOP TIPS:

Jalur kereta di KL emang agak ribet, karena banyak pilihan dan namanya berbeda. Tapi sebelum ke stasiun di KL Sentral ada peta besar yang menunjukan secara jelas kok. Jadi, kalo bisa sebelum beli tiketnya udah liat petanya dulu mau ke mana. Dan mayoritas tempat wisata jadi nama stasiun, jadinya gak sulit.

backpacking ke malaysia

Kereta di Kuala Lumpur. Mayoritas nama tempat wisata jadi nama stasiun jadi gak perlu bingung.

MENUJU KE HATYAI

Saya beli tiket ke Hatyai naik bus Konsortium jam 11 malam dari TBS. Untuk menuju ke Thailand, baik Bangkok atau kota manapun, emang harus ke Hatyai lebih dulu. Ya, Hatyai tuh ibaratnya kota transit buat para backpacker yang lewat jalur darat. Hatyai juga deket dengan perbatasan, cuman 1 jam dari perbatasan Malaysia.

Sebenernya ada banyak pilihan bus menuju Hatyai, tapi yang recommended menurut para traveler sih Konsortium sama Alissan. Nah, kemarin saya milih Konsortium karena lebih murah, Cuma 59 RM sampe ke Hatyai. Perjalanan ke Hatyai itu sekitar

Kenapa tiketnya saya gak beli online? Karena di TBS relatif lebih aman dan sistemnya udah tertata rapi. Selain itu opsi bus menuju Hatyai juga banyak. Beda dengan Larkin yang setiap bus punya konter tiket masing-masing, kalo di TBS, semua jadi satu loket.

Enaknya Konsortium juga ada wifi-nya. Jadi, kalian bisa searching dulu destinasi wisata di Hatyai. (Misal belum sempet kayak saya) Tapi, yang harus diperhatiin, wifi di bus antar negara itu cuman berlaku di Negara tersebut. Makanya, waktu udah sampai Thailand, wifi terputus.

Imigrasi Malaysia-Thailand sih gak ribet ya, sangat cepet malah. Gak kayak imigrasi Singapura-Malaysia yang besar banget, imigrasi Thailand cuman satu bangunan kecil, tapi antriannya panjang. Untuk warga Indonesia, antri paling kanan, ya. Karena antrian paling kiri untuk warga lokal Thailand.

TOP TIPS:

Ingat, perbedaan waktu antara Malaysia dan Thailand itu satu jam. Ada beberapa traveler yang saya temui lupa hal tersebut dan ujungnya bisa ketinggalan bus ke Bangkok dan hal lainnya.


Begitulah perjalanan dan tips saya waktu backpacking ke Malaysia selama sehari. Sebenarnya, masih banyak tempat lain yang bisa dieksplor, tapi karena keterbatasan waktu, cuaca, dan uang jadi hanya sedikit. Tapi setidaknya ada beberapa tips yang bisa kamu baca.

Jika ada yang tertarik untuk melihat itinerary saya selama keliling Asia Tenggara.

Perjalanan saya selanjutnya adalah Hatyai yang bisa dibaca di:

Backpacking ke Hatyai

Backpacking ke Bangkok

Backpacking ke Siem Reap

Backpacking ke Phnom Penh

Jika ada pertanyaan juga bisa langsung tanyakan saja ya di kolom komentar.

Selamat membaca dan selamat menempuh perjalanan!

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 3 Comments
  1. […] May Also Like Nov, 18, 2017 Backpacking ke Malaysia: Bahaya Ketiduran dan Takut Ketinggian Nov, 12, 2017 13 Hari Keliling Asia Tenggara: Penginapan – Itinerary Part 4 Nov, 12, […]

  2. […] telah bercerita tentang perjalanan saya dari Malaysia ke Hatyai: Backpacking ke Malaysia. Perjalanan Kuala Lumpur-Hatyai menempuh waktu 8 setengah jam dengan perbedaan waktu satu jam. Saya […]

  3. […] Kepada Sang Raja Nov, 21, 2017 Backpacking ke Hatyai: Kota Transit yang Menenangkan Nov, 18, 2017 Backpacking ke Malaysia: Bahaya Ketiduran dan Takut Ketinggian Nov, 13, 2017 Backpacking ke Singapura: Tidur di Bandara hingga Tur Keliling Kota Gratis […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *