membuat konten

5 Cara Mudah Membuat Konten Media Sosial

Membuat konten masih menjadi problema bagi para pengguna media sosial. Waktu terkadang terbuang sia-sia hanya untuk memikirkan satu konten. Lalu, bagaimana cara terbaik mendapatkan ide untuk membuat konten media sosial?


Saya memiliki teman yang sering sekali bertanya tentang apa yang sebaiknya di-posting di media sosialnya.

Saya kemudian bertanya, kenapa harus posting di media sosial kalau tidak punya kontennya?

Banyak alasannya, mulai dari merapihkan feed, hingga sudah punya nazar selalu posting seminggu sekali.

Ada juga teman yang sudah memiliki gambar yang bagus, namun bingung memilih caption yang akan dipakai.

Alasannya beragam, mulai dari menyesuaikan dengan gambar yang dimiliki juga captionnya harus memotivasi.

Teman yang lain kebingungan, bekerja untuk memegang sebuah brand, namun ide konten selalu habis di tengah jalan.

Beserta masalah lainnya.

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk membuat konten?

Ide ini bisa Anda aplikasikan, baik Anda sebagai individu maupun Anda sebagai sebuah brand, juga bisnis yang sedang Anda jalankan.

  1. Tentukan empat pilar utama

Empat pilar utama ini harus Anda perhatikan, baik sebelum membuat sebuah media sosial, ataupun sebelum membuat konten.

Pertama, siapakah target dari konten yang Anda buat?

Target penting, karena konten yang Anda buat harus menyesuaikan dengan target Anda.

Jika Anda menargetkan anak-anak SMA, buatlah konten yang sesuai dengan anak-anak SMA. Jangan gunakan kata-kata yang terlalu berbobot agar anak-anak SMA bisa menangkapnya.

Kedua, apakah brand/konten yang Anda buat membantu audiens Anda?

Bayangkan jika Anda audiens. Apakah konten yang Anda bagikan menarik untuk di re-share? Atau di-like? Atau hanya menarik untuk dilihat?

Lebih baik jika konten yang Anda buat memiliki manfaat untuk audiens Anda.

Bagaimanakah konten yang bermanfaat untuk audiens? Akan saya bahas di nomor selanjutnya.

Ketiga, apa konten tersebut benar?

Jangan pernah sekalipun membagikan konten yang hoax.

Karena hal itu bisa mempengaruhi kredibilitas Anda.

Keempat, apa tujuan Anda?

Ini adalah hal yang terpenting.

Sebelum Anda membagikan yakinkan diri Anda lebih dahulu, apakah konten yang Anda buat untuk meningkatkan penjualan? Ataukah untuk meningkatkan brand awareness? Atau hanya sebagai branding?

Jika konten yang Anda buat bertujuan untuk meningkatkan penjualan, masukan unsur-unsur call-to-action dalam caption yang Anda buat.

Jika konten yang Anda buat untuk personal branding, pastikan konten yang Anda buat sesuai dengan branding yang ingin Anda bawakan.

Bagaimana jika menggunakan konten yang click-bait? Saya pernah mengulasnya secara lebih lengkap di sini.

  1. Kelompokkan konten yang Anda buat

Ada 3 (tiga) kelompok konten yang cocok Anda bagikan baik sebagai brand ataupun personal.

Pertama, konten yang menginspirasi.

Konten ini bertujuan untuk menginspirasi orang lain.

Membuat Konten

UNICEF di akun Instagram-nya.

UNICEF sering membagikan gambar disertai dengan caption yang menginspirasi. Membuat audiens yang menikmati merasa tersentuh sekaligus termotivasi.

Membuat konten

Lazada melalui akun Instagram

Cara yang hampir serupa digunakan Lazada. Lazada membagikan sebuah kutipan yang menginspirasi, ditambahkan dengan ucapan selamat pagi agar audiens ikut merasa tersentuh.

membuat konten

Unicef Indonesia di Instagram

UNICEF Indonesia ikut membagikan gambar yang ditambahkan teks agar pesan yang disampaikan lebih dapat ke audiens.

Kedua, konten yang mengedukasi.

Konten ini adalah konten yang berguna untuk audiens, seperti yang sudah saya singgung di atas.

Konten yang Anda buat harus memiliki value kepada audiens.

membuat konten

Goenrock membagikan ilmu melalui Youtube

Goenrock menggunakan akun Youtube yang dimiliki untuk membagikan tips dan trik menggunakan kamera.

Hal tersebut sesuai dengan target audiens dari Goenrock yaitu orang yang ingin belajar kamera.

Apakah hal tersebut sesuai dengan audiens? Ya. Apakah kontennya menarik untuk audiens? Ya.

Dengan audiens yang loyal, bisa berimbas kepada personal branding dari Goenrock sebagai orang yang ahli kamera.

Selain itu, bisa juga untuk meningkatkan nilai jual diri kepada calon klien.

Ketiga, tunjukan komunitas Anda.

Anda mengikuti atau memiliki komunitas? Tunjukan.

membuat konten

Aqua peduli dengan sekitar

Aqua menunjukan bahwa mereka peduli dengan masyarakat desa melalui konten ini.

Selain itu, ini juga sebagai bagian dari branding bahwa mereka peduli dengan sekitar.

membuat konten

Instagram membuat komunitas Instameet.

Cara lain digunakan oleh Instagram.

Untuk meluaskan jangkauannya, Instagram membuat Instameet, yang akan semakin meluaskan jangkauan audiens dari Instagram baik secara on line maupun off line.

*Pro Tips*

Anda bisa me-upload ulang konten dari audiens Anda jika masih sesuai dengan brand Anda.

membuat konten

Matoa menggunakan foto audiens

Matoa menggunakan cara itu agar jangkauan media sosial semakin luas.

Namun, Matoa tetap menunjukan label ekslusif melalui #MatoaoftheWeek dengan hanya menggunakan foto terbaik dan hanya seminggu sekali.

  1. Pergunakan tools analytics dan evaluasi

Bingung dengan apa yang audiens Anda inginkan?

Melalui media sosial, Anda bisa menganalisis kebiasaan dari audiens Anda.

membuat konten

Insight Analytics dalam Instagram berguna untuk riset.

Melalui Instagram Insights Anda bisa mendapatkan insights terhadap perilaku dari audiens Anda.

Anda bisa melihat post yang popular, bahkan hingga mengetahui jam audiens Anda membuka Instagram.

Setelah mengetahui hal tersebut, gunakan hasilnya sebagai evaluasi.

Konten apa yang paling banyak diminati audiens? Buat konten serupa lebih banyak.

Jam berapa audiens Anda membuka media sosial? Post konten Anda sesuai dengan jam mereka membukanya.

  1. Manfaatkan momen

Ada tiga momen yang bisa Anda manfaatkan.

Pertama, Trivia hangat.

membuat konten

Trivia Olimpiade 2016 oleh TIME

TIME menggunakan momen Olimpiade 2016 untuk membagikan trivia tentang ekspresi juara Olimpiade.

Hal tersebut bisa membuat audiens TIME tertarik untuk nostalgia momen Olimpiade yang sudah dilewatkan.

Kedua, Merespons isu.

membuat konten

Komentar Netizen

Baru-baru ini ada salah satu akun di Twitter yang mengomentari tentang Jembatan Semanggi.

Detik melihat momen tersebut dan memanfaatkannya.

membuat konten

Detik memanfaatkan momen

Detik membuat konten tentang rute jembatan, dan di-mention ke orang yang berkomentar.

Hasilnya? Ribuan retweet hanya dalam satu hari.

Berbeda jauh dengan tweet yang lainnya yang hanya sebatas puluhan retweet.

Selain itu, ada juga Dedy Corbuzier yang memanfaatkan momen dihinanya Damian di AGT.

membuat konten

Dedy Corbuzier mengomentari Demian di AGT

Dedy merespons isu tersebut dengan sarkastik, membuatnya menjadi konten menarik.

Hasilnya? Sempat menjadi trending #1 di Indonesia.

Ketiga, manfaatkan hari besar.

membuat konten

Pandit membuat info tentang Gusdur yang berulangtahun

Pandit menggunakan momen berulangtahunnya Gusdur untuk membagikan konten yang menarik tentang Gusdur.

Anda bisa menggabungkan trivia dan hari besar agar konten yang Anda buat lebih menarik, tidak hanya sebatas ucapan selamat hari raya.

  1. Jangan buat konten melulu tentang bisnis

Tips ini bisa Anda aplikasikan jika Anda memiliki sebuah bisnis atau memegang sebuah brand.

Jangan selalu membagikan informasi dari produk yang Anda jual atau jasa yang Anda tawarkan.

Coba bayangkan Anda sebagai audiens dari suatu produk yang selalu berjualan sepatu secara hard selling.

Apakah itu spamming? Bisa jadi. Apakah Anda masih tertarik untuk mengikutinya? Mungkin tidak.

Lalu, apa yang sebaiknya Anda bagikan selain hal-hal di atas?

membuat konten

Banyak online shop yang melakukan trik ini

Anda bisa membagikan foto-foto produk, namun dikombinasikan dengan caption yang tidak menunjukan Anda sedang menjual produk tersebut.

Itu dinamakan sebagai soft selling.

membuat konten

Lazada menggunakan cara serupa

Cara yang unik digunakan oleh Lazada.

Lazada menggunakan foto dari produknya, digabungkan dengan trivia. Namun, Lazada tetap menggunakan call-to-action di akhir kalimat agar audiens tergerak untuk membelinya.


Itulah beberapa ide konten yang bisa Anda gunakan baik untuk personal maupun brand.

Mulai coba membagikan konten sesuai dengan cara di atas, dan sesuai dengan brand yang Anda miliki.

Selamat mencoba.

Semoga berhasil.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *