cara membangun personal branding

3 Cara Membangun Personal Branding Seperti Neil Patel

Bagaimana cara membangun personal branding dengan benar? Kali ini Anda akan belajar personal branding dari orang yang sudah berpengalaman, Neil Patel.


Cara membangun personal branding sama seperti fotografi.

Coba tantang 10 fotografer untuk memfoto satu objek.

Apakah mereka semua akan memfoto dengan hasil yang sama? Belum tentu.

Begitupun branding.

Jika kalian memiliki banyak kemampuan namun lebih memilih untuk mem-branding diri sebagai seorang wirausahawan, itulah pilihan Anda.

Yang terpenting, tentukan branding diri mau dilihat dari angle yang mana.

Jika sudah menentukan personal branding, belajarlah untuk membangunnya.

Lalu, bagaimana cara terbaik membangunnya?

Di bawah ini akan saya tampilkan 3 cara membangun personal branding Anda seperti Neil Patel.

Siapakah Neil Patel?

Jika Anda menggeluti dunia digital marketing, mungkin nama tersebut sudah tidak asing.

Jika tidak, saya akan jelaskan dia secara sekilas.

Neil Patel merupakan pemilik website dari NeilPatel dan QuickSprout.

Neil mulai menulis website sejak 2007 hingga saat ini.

Saya menilai personal branding-nya melalui website dan media sosial patut dijadikan benchmark untuk Anda yang ingin belajar personal branding.

Bagaimana Neil Patel mem-branding dirinya? Saya akan menganalisisnya dari tiga aspek; visual, intelektual dan emosional.

Ketiga hal ini juga bisa Anda jadikan acuan untuk belajar personal branding.

  1. Personal branding melalui aspek visual

Aspek ini merupakan aspek yang orang bisa lihat secara langsung.

Jika dianalisis lebih lanjut, aspek visual mencakup:

  • Gaya berpakaian
  • Pilihan warna dalam website
  • Foto profil
  • Background dalam profil media sosial
  • Visual CV

Kelima hal di atas sangat berhubungan dengan first impression orang-orang terhadap diri Anda.

Pertama, Gaya berpakaian. Neil Patel selalu menggunakan gaya yang sama di semua media sosialnya.

cara membangun personal branding

Neil Patel selalu menggunakan gaya yang sama.

Neil Patel selalu identik dengan baju berwarna putih.

Bahkan, dalam acara resmi sekalipun dia selalu menggunakan pakaian putih dengan jas sebagai outfit.

Yang bisa dipelajari dari Neil Patel adalah, Anda harus menentukan gaya berpakaian Anda dan harus selalu konsisten.

Apakah Anda identik dengan seseorang yang selalu memakai flannel?

Apakah Anda identik dengan orang yang selalu berpakaian rapi?

Namun, sesuaikan gaya berpakaian Anda dengan pekerjaan yang Anda miliki.

Bagaimana jika seorang public relations officer menggunakan kaos ketika bertemu dengan klien? Apakah klien menganggap dia orang yang kompeten?

Berbeda lho, ya, dengan kasus-nya Mark Zuckenberg.

Kedua, warna dalam website.

Neil Patel menggunakan warna orange dalam websitenya.

cara membangun personal branding

Warna orange identik dengan Neil Patel.

Anda bingung warna apa yang cocok dengan brand Anda?

Baca artikel saya sebelumnya tentang pemilihan warna terhadap sebuah brand.

Misalnya, saya selalu menggunakan warna hijau dalam website.

Atau Gojek yang menggunakan warna hijau baik dalam online maupun offline.

Yang terpenting, setelah menentukan warna jadikan itu sebagai identitas yang identik dengan brand Anda.

Ketiga, foto profil.

Foto profil itu penting.

Menurut Entrepreneur, 90% perusahaan merekrut pegawai setelah melihat media sosial dari orang yang mendaftar.

Masih bingung menentukan foto profil yang sesuai dengan branding Anda?

Baca artikel saya tentang tips foto profil sebagai personal branding.

Belum mempunyai foto profesional dari diri Anda?

Jangan khawatir. Anda bisa pergunakan foto yang lain.

Yang terpenting, tunjukan diri Anda yang sesungguhnya.

Jangan pernah Anda gunakan foto default dari media sosial tersebut.

cara membangun personal branding

Identitas palsu diragukan dalam bermedia sosial.

Jika Anda di-follow oleh user di atas, apakah Anda berniat untuk mengikutinya kembali? Pikir lagi.

Menggunakan foto default, foto karakter kartun ataupun ilustrasi merupakan pilihan yang buruk dalam foto profil.

Jika Anda mendapatkan respons dari orang “Wah, Anda berbeda sekali dengan di media sosial.”

Saran saya Anda harus meng-update kembali foto profil Anda dengan yang baru.

Keempat, Background dalam profil media sosial.

Media sosial seperti LinkedIn, Twitter dan Facebook memperbolehkan pengguna untuk mengganti background profil.

Lalu, bagaimana mem-branding diri melalui background profil?

cara membangun personal branding

Quotation di background twitter Neil Patel.

Neil Patel menggunakan quotation sebagai background.

Apakah ada cara lain selain menggunakan quotation?

Ada. Anda bisa menggunakan variasi dari alamat website, perusahaan ataupun desain yang konsisten dengan yang sudah Anda buat.

Kelima, visual CV.

Jika CV Anda tidak di-desain dengan bagus, bagaimana orang bisa aware dengan Anda?

Apalagi dalam kasus melamar kerja, saingan Anda pasti ada ribuan orang.

Ingin melihat bagaimana CV yang ter-desain dengan rapih?

Mungkin CV saya bisa Anda jadikan rujukan. Lihat di sini.

  1. Intelektualitas sebagai personal branding

Jika sudah berhasil melakukan personal branding melalui visual, cara selanjutnya adalah melalui tingkat intelektualitas.

Anda bisa mengomunikasikan pesan brand yang ingin Anda bawa dengan mudah jika Anda memiliki pengetahuan lebih tentang brand yang ingin Anda bawakan.

Jika hal tersebut masih terlalu membingungkan, pahami keempat hal di bawah ini dengan baik.

  • Minimalkan bahasa namun dampaknya besar

Masih bingung? Anda bisa menggunakan cara untuk melakukan tersebut.

Pertama, tunjukan statistik.

cara membangun personal branding

Testimoni di website Neil Patel.

Statistik bisa disebut sebagai hasil kerja yang sudah Anda hasilkan.

Tunjukan testimoni dari orang-orang yang pernah bekerja dengan Anda.

Tunjukan agar meyakinkan orang-orang di luar sana, bahwa Anda orang yang kompeten.

Kedua, tunjukan jawaban dari berbagai keresahan.

cara membangun personal branding

Berikan jawaban atas keresahan.

Dari gambar di atas, kita bisa menganalisis bahwa visitor di website merupakan sebuah masalah.

Neil Patel pun memberikan jawaban atas keresahan tersebut.

Dia menunjukan bahwa dia memiliki pengetahuan lebih dari orang di luar sana.

Ketiga, berikan tips dan cara untuk melakukan apapun.

Apakah Anda sering membaca artikel yang menurut Anda berguna?

Begitulah yang saya maksud.

Berikanlah value ke orang di luar sana agar brand Anda selalu diingat.

cara membangun personal branding

Value dari Neil Patel.

Neil Patel menggunakan websitenya sebagai medium untuk membagikan value tersebut.

Apakah membagikan value hanya sebatas website? Tidak.

Memang, membagikan value lebih mudah via website. Namun, Anda masih bisa menggunakan medium lain.

Misalnya saja, foto di Instagram Anda memberikan sebuah value; bagaimana cara menghasilkan foto seperti ini.

Atau value lain seperti bagaimana membuat desain seperti ini via Instastory.

Saya pernah juga membuat tulisan tentang memaksimalkan Instastory sebagai konten marketing yang bisa Anda baca di sini. 

Keempat, jadilah unik dan berpengalaman.

cara membangun personal branding

Keunikan dari Neil Patel.

Neil Patel merupakan contoh yang sangat unik.

Apakah Anda pernah terpikirkan kalimat di atas?

Menghasilkan uang saat tidur merupakan sesuatu yang unik, namun tetap menunjukan sebuah pengalaman yang sudah banyak.

Temukan titik keunikan Anda dan konsisten sampaikan keunikan Anda dibanding yang lain.

  • Biografi yang terpercaya

Ketika foto profil merupakan first impression, biografi Anda yang membuat mereka mencari tahu lebih dalam.

Lalu, bagaimana cara untuk menghasilkan biografi yang baik?

cara membangun personal branding

Biografi dari Neil Patel di media sosial.

Beri bukti bukan hanya menunjukan, seperti Neil Patel.

Pernahkah Anda melihat biografi yang isinya “I’m creative entrepreneur.”?

Apakah itu cukup menggugah? Tidak.

Bagaimana jika biografi tersebut saya ubah menjadi “I’ve founded and sold three startups in the tech space and hold five patents.”

Apakah reaksi Anda berubah? Bisa jadi.

Intinya adalah tunjukan bukti.

Jika Anda menganggap diri Anda sebagai fotografer profesional, tunjukan siapa saja yang sudah pernah Anda foto.

Jika Anda menganggap diri sebagai seorang aktivis lingkungan, tunjukan isu apa saja yang pernah Anda bawakan.

Menunjukan bukti juga tidak hanya sebatas foto. Cara lain bisa dilakukan seperti menunjukan buku atau tulisan yang sudah dihasilkan, posisi dalam perusahaan, nama klien yang sudah pernah Anda pegang dan masih banyak lagi.

Namun, selalu ingat untuk tidak berbohong. Karena kebohongan bisa menurunkan kredibilitas Anda.

  • Profil media sosial

Ada tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam menulis bio di profil media sosial Anda.

Pertama, jumlah karakter.

Jumlah karakter dalam setiap media sosial itu berbeda-beda.

LinkedIn memberikan batasan 2000 kata di summary.

Twitter dan Pinterest masing-masing memiliki batasan 160 kata di bio profilnya.

Instagram memiliki batas 150 kata.

Setelah mengetahui batasan kata, Anda bisa berkunjung ke Charcounter untuk menghitung jumlah kata yang sudah Anda buat.

Kedua, maksimalkan jumlah kata yang diberikan.

Setelah mengetahui jumlah kata, langkah yang selanjutnya Anda lakukan adalah memaksimalkan jumlah kata tersebut untuk menyampaikan segala hal.

Contohnya saja, daripada Anda menggunakan “Writer and Host” di profil LinkedIn Anda, lebih baik diubah menjadi “Writer, Host & MC in the Tech, Travel, Food & Entertainment Space, Lifestyle Tech, Gaming, Apps & Celebrity Interviews.”

Yang terpenting adalah mengerti siapa diri Anda, poin yang Anda ingin sampaikan dan keywords.

Ketiga, buat konten.

Setelah memperbaiki bio dan mengubah foto profil, cara selanjutnya adalah menghasilkan konten sendiri.

Neil Patel menggunakan webinar dalam membuat konten agar memperkuat personal branding-nya.

cara membangun personal branding

Webinar sebagai content marketing.

Ada cara lain untuk membuat konten jika webinar (link webinar) terasa sulit.

Anda bisa menggunakan blog, podcast, atau membuat buku.

  1. Emosi dalam personal branding.

Satu hal yang Anda lakukan dalam personal branding selalu menghasilkan emosi bagi orang lain.

Personal branding yang kuat selalu meninggalkan emosi dan membuat orang lain merasakan emosi tersebut.

Apakah emosi yang Anda bawakan yaitu orang yang selalu memberikan harapan?

Ataukah emosi sebagai orang yang selalu memberikan informasi?

Atau malah kesenangan?

Tentukan secara jelas emosi yang ingin Anda berikan ke audiens.


Melakukan benchmarking terhadap apa yang Neil Patel lakukan dalam personal branding merupakan sesuatu yang bagus untuk dilakukan.

Hal tersebut bisa menjadi acuan bagi Anda untuk menentukan personal branding yang ingin Anda bawakan.

Tentukan personal brand yang ingin Anda bawakan dan sampaikan personal branding tersebut secara konsisten.

Semoga sukses.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

This Article Has 1 Comment
  1. Hello There says:

    Jangan lupa bahagia, Jik! Semangat berbagi!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *