backpacker ke Jepang

10 Hari Backpacker ke Jepang: Itinerary Part 1

Jalan-jalan ke Jepang sepertinya sudah menjadi target banyak orang. Alasannya pun tidak jauh-jauh dari pariwisata yang indah, orang-orang yang sopan, hingga adanya 4 musim. Lalu, seberapa mahal sih Jepang? Apakah benar kalau Jepang negara mahal? Baca rangkuman perjalanan saya backpacker ke Jepang selama 10 hari.


Jepang memang favorit turis dari Indonesia. Apalagi kalau musim sakura atau salju, pasti hampir dimanapun ada orang Indonesia. Tapi, sebelum berangkat backpacker ke Jepang, pastikan kamu harus punya paspor. Paspor apa saja yang bisa kamu gunakan? Ada dua paspor, yaitu paspor biasa dan e-paspor.

Kalau kamu menggunakan paspor biasa, kamu harus mengurus visa terlebih dahulu sebelum berangkat. Tentu saja, proses akan lebih ribet dibanding kamu menggunakan e-paspor. Penggunaan e-paspor memungkinkan kamu untuk backpacker ke Jepang tanpa visa selama 15 hari dalam jangka waktu 3 tahun. Bagaimana cara membuat e-paspor? Saya pernah menulisnya di sini.

Baca Juga: Cara membuat e-paspor

Setelah memiliki paspor dan mengurus visa, langkah selanjutnya adalah membeli tiket pesawat.

Membeli tiket pesawat ini sedikit rumit, karena perlu timing yang tepat. Misalnya, saya kemarin sudah membeli tiket JKT-Haneda 1 bulan sebelum keberangkatan seharga 2.1 juta. Ternyata, 2 minggu kemudian muncul tiket promo PP Jakarta-Narita seharga 1.6 juta. *jleb*

Terus bagaimana timing yang tepat? Misalnya saja saat high season, bulan April dengan sakura atau Desember menuju tahun baru dengan salju. Sepertinya akan sangat sulit mendapatkan tiket promo beberapa minggu sebelum keberangkatan. Untuk high season biasanya maskapai Air Asia membuka promo 1 tahun sebelum keberangkatan. Jika terpaksa harus membeli dadakan tanpa promo, harga yang bisa didapatkan itu 4 juta sekali jalan.

Tertarik mencoba selain Air Asia? Ada 2 maskapai lain yaitu ANA dan Malaysia Airlines yang beberapa kali mengeluarkan promo seharga 5 juta PP sudah dengan bagasi 30 kg. Tentunya, sudah dengan fasilitas yang lebih bagus dari AA.

Untuk jalur penerbangan mulai Mei 2018, AA sudah membuka jalur langsung Soekarno Hatta-Narita selama 7 jam perjalanan. Sebelum adanya jalur langsung, AA biasanya selalu transit di Malaysia selama >24 jam.

Baca Juga: Barang Penting Traveling yang Wajib Dibawa

Top Tips:

Mendapatkan tiket murah? Belilah tiket dari jauh hari atau mepet. Biasanya Air Asia yang sering menjual tiket promo 1 tahun atau 1 bulan sebelum.

Tertarik untuk membuka jasa titip/jastip? Beli bagasi hanya untuk kepulangan. Biasanya AA harus menambah sebesar 600-700 ribu rupiah untuk mendapatkan bagasi 20 kg.

Jika kamu tidak membeli bagasi saat Jepang-Indonesia, pastikan barang bawaan tidak lebih dari 7 kg. Bandara seperti Osaka dan Kyoto itu sangat ketat dengan barang bawaan, jika lebih dari 1 kg saja bisa membayar sebesar 500 ribu rupiah. Berbeda dengan bandara Tokyo yang lebih longgar (kemarin saya lebih 1 kg dan hanya diperingatkan untuk tidak membeli apa-apa lagi di bandara)

Jika terpaksa lebih dari 7kg, saya mendapatkan trik licik (kalau tidak setuju tidak perlu ditiru) dari orang Indonesia yang pernah mengalami hal serupa. Mereka meninggalkan barang-barangnya di toilet (Yang kemungkinan besar aman) dan mengambilnya kembali setelah check-in.

Pastikan sudah membeli tiket pulang dan penginapan sebelum sampai Jepang. Karena petugas imigrasi di Jepang ketat, bisa diinterogasi kalau belum punya tiket pulang dan penginapan.

Destinasi Kota

Ada beberapa rute yang jadi primadona ketika orang backpacker ke Jepang, yaitu Tokyo-Osaka-Kyoto. Beberapa jalur yang sedikit improve mungkin bisa mencapai Shirakawa-go atau Alpine Route.

Tapi selama 10 hari backpacking saya memilih jalur yang anti-mainstream, bahkan mungkin jalur yang hanya disukai orang lokal. Tokyo-Nikko-Kamakura-Yokohama-Kawaguchiko. Kenapa saya memilih jalur tersebut? Karena awalnya saya merencanakan untuk pergi ke Shirakawa-go tapi ternyata uang saya tidak mencukupi. Saya pun menggantikannya dengan Nikko yang ternyata menjadi favorit saya di Jepang.

Selain lebih hemat, saya pun mendapatkan beberapa bonus. Misalnya, tidak bertemu banyak turis. (Banyak bertemu lokal yang membawa keluarga atau anjing dan menggemaskan haha) hingga ke onsen yang tidak ada turis sama sekali (bahkan di kotanya pun tidak ada turis)

Total perjalanan saya pun jika didetail menjadi, Tokyo (4 hari), Nikko (2 hari), Kamakura, Yokohama, Kawaguchiko (1 hari).

Berikut ini beberapa rute yang mainstream diambil oleh traveler Indonesia:

  1. Tokyo-Osaka-Kyoto

Biasanya, berangkat dari Tokyo, kemudian naik shinkansen ke Osaka dan Kyoto yang berdekatan. Rute ini bisa kamu ambil kalau tidak mendapatkan tiket PP dan memiliki uang lebih untuk membeli JR Pass (Pass untuk naik shinkansen antar kota Jepang). Kenapa tidak promo? Karena tiket promo biasanya PP melalui bandara yang sama. Kecuali jika kamu berencana kembali ke Tokyo setelah Osaka dan Kyoto.

  1. Tokyo-Kawaguchiko-Shirakawago-Alphine route

Rute ini diambil oleh orang yang saya temui di Narita. Mereka mengambil rute ini karena tahun lalu sudah berkunjung ke sekitar Osaka. Di Shirakawago kamu bisa menemukan desa tradisional Jepang dan di Alphine Route bisa menemukan gunung es (meskipun bukan musim dingin).

Sebenarnya, kota wisata dibagi menjadi 3, yaitu Tokyo, Osaka dan Hokkaido. Ada beberapa backpacker yang memilih untuk menghabiskan ketiganya secara terpisah, ada yang sekaligus. (Meskipun jarang sekali yang mengambil jalur Osaka-Tokyo-Hokkaido karena terlalu jauh)

Top Tips:

Pilihlah kota sesuai budget dan waktu yang dihabiskan. Menurut saya sih semua kota di Jepang itu bagus kok. Karena semua bisa di-explore dan memiliki kemiripan. Misalnya, Kamakura dijuluki Kyoto Jepang Timur, sehingga berkunjung ke Kamakura dari Tokyo lebih efisien daripada harus jauh-jauh ke Kyoto. Atau berkunjung ke Nikko daripada jauh-jauh ke Nagano.

Pemilihan Waktu

Pemilihan waktu pun beragam. Ada yang ingin berpindah-pindah antar kota dengan setiap kotanya hanya 2 hari. Ada juga yang ingin lebih lama di suatu kota karena ingin menikmati. Semuanya tergantung selera.

Waktu keberangkatan pun high season itu pada awal April atau Desember. Awal April karena mekarnya bunga sakura, bulan Desember karena akhir tahun bersalju di Jepang. Selain itu, banyak orang Indonesia yang libur panjang di Desember. Opsi lain untuk menghindari high season tapi tetap nyaman itu akhir April atau November.

Di akhir April beberapa tempat mungkin ada sakura, bahkan kalian bisa menyaksikan Fuji Shibazakura di Kawaguchiko (Bunga-bunga berlatar belakang Gunung Fuji). Selain itu, awal Mei juga golden week di Jepang sehingga kota-kota besar seperti Tokyo tidak terlalu ramai. November juga bagus karena awal munculnya salju, ataupun Oktober dengan musim gugur-nya.

Saya pribadi menghindari untuk pergi Bulan Februari, karena Februari adalah bulan terdingin di Jepang. Kalau kamu senang dingin sih gak papa. Tapi, saya sendiri menghindari terlalu dingin, nanti tidak bisa bebas menikmati perjalanan karena kedinginan.

Beginilah itinerary umum saya. Jika ingin mengetahui itinerary awal saya sebelum berangkat, bisa letakan email di kolom komentar, nanti saya kirimkan.

Hari ke-/TanggalLokasi00.00 - 06.0006.00 - 12.0012.00 - 18.0018.00 - 24.00
1 / 30 April 2018TokyoHaneda AirportMeiji Jingu Shrine
Yoyogi Park
Hachiko Statue
Shibuya Crossing
Rest Hostel
2 / 1 Mei 2018Nikko
HostelAsakusa - NikkoTaiyunbyo
Toshogu Shrine
Futarasan Shrine
Rinnoji Temple
Hostel
3 / 2 Mei 2018NikkoHostelShinkyou Bridge
Rinnoji Temple
Onsen KinugawaNikko - Tokyo
Hostel Tokyo
4 / 3 Mei 2018KamakuraHostelTokyo - FujisawaKamakura
Tsurugaoka Hachimangu
Zeinarai Shrine
Great Buddha
Hase Dera Temple
Fujisawa Couchsurfing
5 / 4 Mei 2018YokohamaFujisawaChinatown
Yamashita Park
Osanbashi PierFujisawa
6 / 5 Mei 2018TokyoFujisawa - TokyoTenjinsha Shrine
Kachiya Festival
Seiyoken
Ueno Park
Senso-ji Temple
Tokyo Skytree
7 / 6 Mei 2018TokyoHostelShinjuku Gyoen ParkSenso-ji Temple
Nakamise Street
Karaoke
Hostel
8 / 7 Mei 2018KawaguchikoHostel TokyoTokyo - KawaguchikoChureito Pagoda
Oshino Hakkai
Sengen Jinja Shrine
Kawaguchiko - Tokyo
9 / 8 Mei 2018TokyoHostel TokyoGinza
Tsukiji
Hongwanji
Imperial Palace
Around HachiojiHachioji - Tokyo
10 / 9 Mei 2018TokyoHostelNarita AirportJakarta

NOTE:

Itinerary di atas adalah catatan perjalanan, itinerary persiapan saya tidak dilampirkan. Itinerary perjalanan saya pun sangat berbeda dengan persiapan, karena beberapa kondisi yang tidak terduga sehingga harus mengubah rencana. Jika ingin melihat itinerary persiapan, bisa tinggalkan e-mail di kolom komentar nanti saya kirimkan.

Tempat Wisata

Untuk membuat itinerary yang rinci diperlukan riset mendalam mengenai tempat wisata kota tersebut. Berbeda kalau kamu memang ingin spontan dan tidak terencana. Terencananya itinerary juga menutup kemungkinan untuk ketinggalan transportasi atau nyasar. Selain itu agar perjalanan lebih efisien.

backpacker ke Jepang

Hokokuji temple, Kamakura

backpacker ke Jepang

Senso-ji Temple, Tokyo.

Dalam itinerary yang saya buat ini, saya ikut mencantumkan tempat yang tidak saya kunjungi namun saya rekomendasikan, beserta harga tiket masuk yang telah saya riset sebelumnya.

TEMPAT WISATA

Lokasi Nama Tempat WisataTiket Masuk (Yang saya kunjungi)Tiket Masuk (Yang Tak dikunjungi)Info tambahan
TokyoFix Places (Yang saya kunjungi)Shibuya CrossingFREE
Meiji Jingu ShrineFREE
Yoyogi ParkFREE
Tenjinsha ShrineFREE
OmotesandoFREE
SeiyokenFREE
Ueno ParkFREE
Senso-ji TempleFREE
Tokyo Skytree2000 JPYnaik ke puncak
Shinjuku Gyoen Park200 JPY
Nakamise StreetFREE
Ginza IntersectionFREE
Tsukiji Fish MarketFREE
Imperial PalaceFREE
Hongwanji TempleFREE
Tokyo Metropolitan BuildingFREE
Shinjuku Golden GaiFREE
Recommended Places (Bisa dikunjungi)Samurai Museum1800 JPY
Roppongi View1800 JPY
Tokyo Tower900 JPY
Ueno Zoo600 JPY
Ghibli Museum1000 JPY
KawaguchikoFix Places (Yang saya kunjungi)Chureito PagodaFREE
Sengen Jinja ShrineFREE
Oshino HakkaiFREE
Recommended Places (Bisa dikunjungi)Fuji Shibazakura Festival2000 JPYBus 1 jam dari Kawaguchiko station
Oishi ParkFREE
Iyashi No Sato350 JPY
Oshino Ninja Village700 JPY
YokohamaFix Places (Yang saya kunjungi)Yokohama StadiumFREE
Osanbashi PierFREE
Yamashita ParkFREE
ChinatownFREE
Recommended Places (Bisa dikunjungi)Sankeien Garden700 JPY
Minato MiraiFREE
KamakuraFix Places (Yang saya kunjungi)Hachimangu ShrineFREE
Hokokuji Temple200 JPY
Zeniarai ShrineFREE
Great Buddha200 JPY
Hasedera TempleFREE
Yuigahama BeachFREE
Recommended Places (Bisa dikunjungi)EnoshimaFREE
NikkoFix Places (Yang saya kunjungi)Toshogu Shrine1300 JPY
Taiyuin Temple550 JPY
Futarasan Shrine200 JPY
Rinnoji Temple700 JPY
Shinkyou Bridge200 JPY
Onsen Kinugawa Iwaburo500 JPY
Recommended Places (Bisa dikunjungi)Kegon Falls550 JPY
Lake ChujenziFREE
Chuzenji Temple500 JPY
Akechidaira Plateau400 JPY
2200 JPYRp286.000

Berikut biaya yang saya habiskan untuk tempat wisata

TotalDalam Rupiah
2200 JPY285.000

TOP TIPS:

Saran saya, menyusun itinerary ketika backpacker ke Jepang harus sedetail mungkin, mulai dari menit hingga transportasi. Karena transportasi di Jepang sedikit rumit dan sangat on time, jadi telat 1 menit saja jadwal bisa kacau.

Untuk itu, pembuatan itinerary usahakan ada spare waktu jika ketinggalan kereta atau bus. Saya sendiri tidak menyusun itinerary hingga menit karena ingin lebih rileks. Walaupun ada beberapa target sehari pergi ke mana saja.

Dalam menukar uang, sediakan uang untuk berjaga-jaga. Karena kemarin saya sempat salah jadwal sehingga harus keluar uang lebih (yang akan saya ceritakan di artikel Kawaguchiko)

Mengambil uang di ATM Jepang itu memungkinkan. Kesalahan saya kemarin tidak mengetahui minimal pengambilan adalah 10.000 JPY (sekitar 1.3 juta) Padahal uang yang saya butuhkan hanya 5000 JPY. Uang lebih di kantong pun membuat saya sedikit khilaf untuk foya-foya 🙁

Jika mengambil trip panjang, sediakan waktu luang dalam sehari. Misal, berangkat lebih siang atau pulang lebih cepat. Hal ini untuk meminimalisasi kejenuhan selama perjalanan.


Kurang lebih begitulah itinerary umum yang telah saya buat. Itinerary ini hanya part pertama, saya hanya mencantumkan harga dari tempat wisata. Untuk membaca part selanjutnya, silahkan klik link di bawah ini.

PART 2 – Transportasi di Jepang

PART 3 – Makanan di Jepang

PART 4 – Total Biaya & Menginap di Jepang

Kalo misal ada pertanyaan seputar itinerary, tips, ataupun berbagai hal lain yang berhubungan dengan backpacking ke Jepang, bisa tanya lewat kolom komentar ya. Sebisa mungkin nanti saya jawab.

Article by fauziananta1

Masih dalam proses belajar digital marketing dan strategi branding.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *